Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Jiwasraya
Kejaksaan Agung Sidik Kasus Dugaan Korupsi di Asuransi Jiwasraya Sebesar Rp 13,7 Triliun
2019-12-19 08:01:55

Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama Jam Pidsus Adi Toegarisman, Dirdik Asri Agung dan Kapuspenkum Mukri saat jumpa pers.(Foto: BH /ams)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung saat ini sedang melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan kerugian negara sekitar Rp 13,7 triliun.

Menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin, dugaan korupsi yang dilakukan oleh manajemen lama pada PT Asuransi Jiwasraya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia ini berdasarkan hasil penyidikan sementara dari tahun 2014 hingga 2019.

"Potensi kerugian negara mencapai Rp 13,7 triliun karena pelanggaran tata kelolaan investasi produk Saving Plan Jiwasraya," ujarnya dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Rabu (18/12/2019) di Jakarta.

Kasus ini terjadi karena manajemen Jiwasraya melanggar prinsip kehati-hatian, dalam berinvestasi. Mereka telah melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, ungkap Jaksa Agung didampingi Jam Pidsus Dr Adi Togarisman, Direktur Penyidikan Asri Agung dan Kapuspenkum Mukri.

PT Asuransi Jiwasraya menempatkan 22,4% atau senilai Rp 5,7% aset finansial di saham. Dari jumlah tersebut, 2% diantaranya ditempatkan pada saham dengan kinerja baik dan 95% dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selanjutnya penempatan di reksadana dengan porsi sebanyak 59,1% dari aset finansial atau senilai Rp 14,9 triliun. Dari jumlah tersebut cuma 2% diantaranya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik dan sebanyak 98% dikelola manajer investasi dengan kinerja buruk.

89 Saksi

Sementara itu, Jam Pidsus Dr Adi Toegarisman SH MH menyatakan, bahwa kasus ini sebelumnya ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Namun karena kejadiannya dibeberapa tempat, maka diambil alih oleh Kejaksaan Agung, agar lebih memudahkan peroses penyidikannya.

Lebih lanjut Adi menyatakan bahwa saat ini penyidik sudah memeriksa 89 orang saksi. "Saksi yang kami panggil adalah yang kami nilai dia memahami, melihat dan mendengar langsung peristiwa yang bersifat pidana ini," ucapnya.

Namun demikian, mantan Kejati DKI Jakarta ini tidak berkenan mengungkapkan siapa saja saksi yang telah diperiksa tersebut, dengan alasan keperluan penyidikan.

Sedangkan tersangka dalam kasus ini juga belum ada. Karena menurut Adi, pihaknya akan menyampaikan nanti, ketika fakta dan buktinya sudah lengkap.

"Kemudian kalau perhitungan kerugian negaranya sudah ada kepastian dan kami tentukan siapa yang bertanggung jawab pasti nanti ditentukan sebagai tersangka," tandasnya.(bh/as)


 
Berita Terkait Jiwasraya
 
Imbas Rp 50 M Belum Kembali, Puluhan Nasabah Jiwasraya Gugat Kembali ke PN Jakpus
 
16 Kendaraan Mewah Hasil Rampasan Negara dari Perkara Jiwasraya Resmi Dilelang
 
BPUI Harus Transparan Atasi Kasus Jiwasraya
 
Pledoi: Ada Konspirasi Berdasarkan Asumsi untuk Menjerat Benny Tjokro dalam Perkara Jiwasraya
 
Jaksa Tuntut Beni Tjokro Seumur Hidup. Penasehat Hukum: Tuntutan Jaksa Hanya Asumsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]