Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Bank Bukopin
Kejagung Terus Memproses Korupsi Bank Bukopin
Friday 01 Feb 2013 16:06:22

Jampidsus Kejagung, Andhi Nirwanto saat ditanyai wartawan, Jum'at (1/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tindak Pidana Korupsi terkait kredit Bank Bukopin untuk pengadaan alat pengering gabah di sejumlah daerah, masih terus diproses oleh Kejaksaan Agung.

Penyidik Kejagung sudah menetapkan 11 tersangka dalam perkara ini. Sepuluh diantaranya berasal dari pihak Bank Bukopin. Para ter­sangka itu adalah Harry Harmono Busri (karyawan Bukopin), Zul­fikar Kesuma Prakasa (Account Officer Bukopin), Elly Woer­yan­dani (Manager Divisi Kredit Ag­ribisnis Bukopin), Suherli (Ma­na­jer Pengembangan Bukopin dan bekas Anggota Komite Kredit).

Kasus ini bermula dari pe­ngu­cu­ran kredit Bank Bukopin ke PT Agung Pratama Lestari (APL) se­besar Rp 69,8 miliar selama tiga ta­hap pada tahun 2004.

Adapun tersangka selanjutnya, Eddy Linson Harlianto (pimpinan Bukopin Cabang Medan, bekas Group Head Agribisnis dan ang­gota Komite Kredit), Eddy Cah­yono H (General Manager Area III Bukopin, bekas Head Group UKK II dan anggota Komite Kre­dit), Dhani Tresno (Manajemen Bukopin Cabang Jember dan be­kas anggota Kredit Komite Bu­ko­pin), Aris Wahyudi, Anto Kus­min Satoto dan Sulistiyohadi (kar­yawan Bukopin).

Tersangka dari pihak penerima kredit adalah Gunawan NG selaku Kuasa Di­rektur PT Agung Pratama Lestari. Belum ada pihak lain yang di­tetapkan sebagai tersangka kasus ini.

Persoalan dakwaan bagi para tersangka, Kejaksaan dalam hal ini masih terus melakukan proses. "Namanya dakwaan itu kan rangkaian uraian perbuatan, karena mereka-mereka itu memang juga terkait dalam rangkaian perbuatan itu, ya perlu disebut," kata Jampidsus Andhi Nirwanto dan menjelaskan bahwa semua ada tahapannya, Jumat (1/2).

Dalam pengajuan kredit, PT APL be­ren­cana menggunakan pinjaman itu untuk pembangunan 45 unit alat pengering gabah (drying center) pada Bulog Jawa Timur, Jawa Te­ngah, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan perencanaan pro­yek, PT APL akan membeli me­sin pengering gabah merk Global Gea buatan Taiwan. Namun, me­sin yang dibeli bermerek Sincui. Kemudian, mesin bermerk Sincui itu ditempeli merk Global Gea. Per­soalan lain muncul karena kre­dit ini macet.

Total kredit ma­cet beserta bunganya itu menjadi Rp 76,24 miliar. Kejagung terus menelusuri, bahwa ada upaya terstruktur dan terencana untuk membobol duit Bank Bukopin itu.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Bank Bukopin
 
Diduga Gelapkan Sertifikat Tanah Nasabah, Bank Bukopin Bantah Swamitra sebagai Unit Kerjanya
 
Bisnis Mikro (Swamitra) Bank Bukopin Diduga Gelapkan Sertifikat Tanah Nasabah
 
Ditanya Kasus Bukopin, Jampidsus Andhi Nirwanto Bungkam
 
Nila Kuntari Diduga Bukan Pelaku Tunggal Pembobolan Bank Bukopin

 
Bank Bukopin Dibobol Lagi Sebesar Rp3,7 Miliar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]