Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Pasangan Mesum
Kejagung Copot Jabatan Jaksa Mesum
Wednesday 07 Dec 2011 01:12:32

Jamwas Kejagung Marwan Effendi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mencopot jaksa HS dari jabatannya sebagai Kasie Pisum Kejari Lamongan, Jawa Timur. Ia dinyatakan terbukti berbuat mesum dengan seorang tahanannya berinisial MIS (37).

"Dia (jaksa HS-red) sudah diputuskan dan dijatuhi hukuman dicabut jabatan strukturalnya sebagai Kasie Pidum Kejari Lamongan. Sanksi lainnya akan menunggu," kata Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (6/12).

Sedangkan tudingan jaksa HS membawa lari bayi hasil hubungan gelapnya itu, lanjut Marwan, masih dalam penyelidikan. Pasalnya, hingga kini pihaknya belum dapat membuktikan tudingan MIS tersebut. Sebab, berdasarkan pengakuan MIS bahwa anak itu sempat dititipkan kepada seseorang bernama Vita. "Mungkin saja bayi itu telah diserahkan ke pihak lain atau tempat menitipan," ujarnya.

Sebelumnya, tim inspektorat Kejati Jawa Timur menemukan fakta bahwa jaksa HS kerap menemui selingkuhannya, Martha Indah Sapriani (37) selama persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Padahal, dia bukan jaksa penuntut maupun saudaranya.

Fakta lain, HS sering membesuk Martha di Lapas Delta Sidoarjo. Bahkan, MIS juga pernah meminta izin ke penyidik Polrestabes Surabaya untuk menemui jaksa HS. Atas temuan ini, Kejati memastikan HS melakukan pelanggaran berat.

Sedangkan mengenai rebutan bayi MIS, Kejati tak berwenang menanganinya, karena masuk dalam tindak pidana umum. Hal ini pun harus ditangani kepolisian, bukan kejaksaan. MIS sendiri diketahui melahirkan seorang bayi yang diberi nama M Akbar.

Atas pertimbangan bahwa tidak sehat membesarkan bayi di Lapas, maka MIS setuju bayi Akbar dirawat teman satu kosnya, Janiarita. Oleh Janiarita bayi Akbar diserahkan kepada HS. Namun ketika Martha hendak mengambil dan berniat membesarkan buah hatinya, HS menolak memberikannya dan membantah membawa kabur Akbar.(dbs/bie)


 
Berita Terkait Pasangan Mesum
 
• Bupati Katingan Tertangkap Lagi Mesum Sama Selingkuhannya Seorang Istri Polisi
 
• Mesum di Mobil, Pegawai Pemkot Samarinda dan Mahasiswi Diamankan Satpol PP
 
• Simpati dengan Mantan Dirut Bank Kaltim, EW Mau Jadi Saksi di Persidangan perzinahan
 
• Alasan Kusuk, Pasangan Mesum Ini Dibekuk dan Diarak Keliling Kampung
 
• Ini Kata Disdik Perihal Guru PNS 'Mesum'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]