Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Mobil Toilet
Kejagung Akan Mencekal Mantan Kepala Dinas DKI Jakarta
Wednesday 24 Jul 2013 17:35:11

Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mempertimbangkan untuk mencekal Eko Baruno, mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI, guna memperlancar penyidikan kasus penggadaan mobil toilet VVIP, yang merugikan negara sekitar Rp 5,3 miliar.

Direktur Penyidikan, Adi Toegarisman membenarkan langkah tersebut, ”Tentu, guna mempermudah pemeriksaan tersangka dapat dicekal, kini tengah dipertimbangkan oleh tim penyidik,” kata Adi.

Namun mantan Kapuspenkum Kejagung ini belum dapat memastikan langkah pencegahan keberangkatan ke luar negeri terhadap Eko Baruno, yang sempat disebut-sebut namanya dalam kasus pembelian Depo PPD, tapi sampai kini hanya sebagai saksi.

Kasus penggadaan tujuh kendaraan toliet ini menggunakan anggaran tahun 2009. Diduga proyek ini dilakukan tidak menggunakan prosedur, seperti ketentuan perundangan. Akibatnya negara dididuga dirugikan sekitar Rp5,3 miliar.

Menurut Adjat Sudrajat (Jaksa Agung Muda Intelijen) yang ditemui terpisah menyatakan pihaknya tidak dapat mengecek dati satu persatu nama yang diajukan oleh Jampidsus, untuk dilakukan pencekalan.

Lanjut Adjat, "sesuai prosedur tetap, nama (tersangka) yang diajukan cekal akan diadministrasi di Intelijen, untuk kemudian diteruskan ke Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, "Selain ada nama Eko Baruno, Kejaksaan Agung juga telah menetapkan empat tersangka lain, terdiri dari YP (Direktur PT Astrasea Pasarindo) dan Y (Direktur PT Gipindo Piranti Insani) LL dan A.

Inisial LL adalah mantan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan DKI Jakarta, yang juga selaku kuasa pengguna anggaran. Sementara A adalah Ketua Pengadaan Barang dan Jasa.

Sebagaimana diberitakan dalam berbagai media massa sebelumnya, kasus ini pun diduga melibatkan mantan orang nomor 1 di DKI Jakarta, dan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Andhi Nirwanto juga perna mengatakan bahwa siapa saja pihak terkait dalam kasus ini akan dipanggil Kejagung.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Mobil Toilet
 
Kejagung Tangkap Pelaku Korupsi di Dinas Kebersihan Bogor
 
Belum Ada Penahanan Tersangka Mobil Toilet, Kejagung Kembali Periksa Saksi
 
13 Saksi Diperiksa Penyidik Kejagung, Terkait Kasus Mobil Toilet VVIP
 
Kejagung Akan Mencekal Mantan Kepala Dinas DKI Jakarta
 
Kasus Mobil Toilet VVIP Rp 5,3 Miliar, 5 Tersangka Ditetapkan Kejagung
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]