Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kecelakaan Pesawat
Kecelakaan Pesawat di Rusia, 50 Tewas
Monday 18 Nov 2013 10:36:41

Kecelakaan Pesawat Boeing 737 di Rusia, 50 orang Tewas.(Foto: Ist)
RUSIA, Berita HUKUM - Sebuah pesawat mengalami kecelakaan di bandar udara kota Kazan di Rusia, menewaskan 50 orang di dalamnya. Boeing 737 berangkat dari Moscow dan mencoba untuk mendarat tetapi pesawat ini malah meledak dalam benturan yang terjadi pukul 19:20 waktu setempat, kata pejabat setempat.

Menteri Keadaan Darurat mengatakan ada 44 penumpang dan enam kru dalam penerbangan maskapai Tatarstan Airlines.

Para penyidik kini sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah kecelakaan disebabkan oleh kesalahan teknis atau kesalahan dari kru pesawat.

Komite penyidik resmi, Vladimir Markin, mengatakan kepada Rossiya 24 TV bahwa sejumlah pakar sedang memeriksa apakah kualitas bahan bakar dan kondis cuaca dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Saat peristiwa naas terjadi, Kazan sedang diguyur hujan.

Di antara korban tewas, adalah Irek Minnikhanov, putra Presiden Republik Tatarstan, Rusia.

Aleksander Antonov, yang menjadi kepala Layanan Keamanan Federal Tatarstan juga menjadi salah satu penumpang yang tewas.

Presiden Rusia Vladimir Putin "mengungkapkan duka kepada para kerabat korban dalam kecelakaan yang buruk ini", demikian menurut juru bicara Dmitry Peskov seperti dikutip kantor berita Interfax.
Masalah teknis

Beberapa laporan mengatakan, pilot berusia 47 tahun bernama Rustem Salikhov, sudah mencoba untuk mendaratkan pesawat beberapa kali sebelum akhirnya celaka.

Kru mengatakan bahwa mereka tidak siap mendarat karena masalah teknis, kata Interfax.
Seorang wartawan yang mengatakan pernah naik pesawat yang sama dari Kazan ke Moscow pada Minggu pagi mengatakan kepada televisi Rusia, Channel TV, bahwa ada getaran yang sangat kuat saat pesawat mendarat di ibu kota Rusia.

"Ketika kami mendarat, tidak jelas apakah (getaran) itu karena angin yang kuat, walau di Moskow cuaca tampak baik, atau karena masalah teknis dalam penerbangan," kata Lenara Kashafutdinova.
Pesawat ini sudah dipakai sejak 1990, kata pejabat Rusia.

Bandar udara Kazan ditutup karena kecelakaan ini dan tampaknya tidak akan dibuka hingga Senin siang.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kecelakaan Pesawat
 
Pesawat Susi Air Hilang Kontak di Timika, 7 Penumpang Semuanya Ditemukan Selamat
 
Dihimbau, Bagi Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Agar Hati-hati Tandatangani Surat Pelepasan Asuransi
 
Susanti Agustina: Pengacara Keluarga Korban Pesawat Jatuh
 
FDR Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan, Panglima TNI: Lokasi Penemuan Sesuai Perkiraan
 
Komisi V Segera Panggil Menhub Pasca Jatuhnya Sriwijaya SJ-182
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]