JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan mobil toilet VVIP yang menelan dana sebesar Rp 5,3 miliar.
"Telah ditetapkan 5 orang tersangka dalam kasus ini, 2 tersangka sebelumnya yaitu Kuasa Pengguna Anggaran Lubis Latief dan dan Ketua Panitia Pengadaan Aryadi. Kemudian tersangka Eko Bharuna, mantan Kepala Dinas Kebersihan Kebersihan DKI Jakarta, Direktur PT. Astrasea Pasarindo berinsial YP dan Direktur PT. Gipindo Piranti Insani berinsial Y," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, kepada Wartawan, Selasa (2/7) di Jakarta.
Dijelaskan Untung, bahwa ketiga orang tersangka tersebut, ditetapkan sesuai Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print 79s/d 81/F.2/Fd.1/06/2013, Tanggal 28 Juni 2013.
Sebelumnya, Senin kemarin (1/7) pada kasus toilet yang semestinya bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak ini, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi M.A, Komisaris PT.Gipindo Piranti Insani (GPI) dalam kapasitas sebagai saksi. "Pada pokoknya mengenai keberadaannya yang mengurus proses pelelangan mobil VVIP. Sedangkan saksi Dedy dan Ade staf PT.GPI, tidak hadir memenuhi panggilan penyidik," ujar Untung.
Selain itu Penyidik Kejagung, kembali melakukan pemanggilan pada hari ini terhadap 3 orang saksi terkait kasus ini. Mereka yaitu Ir.Suryadi, Kasi Penanggulangan Air Limbah Septic Tank Sudin Kebersihan Jakarta Utara, Hj.Ir.Wahyu Pudjiastuti Kabid Teknik Kebersihan Dinas Kebersihan DKI Jakarta dan Hj, Endang Hening Wahyuningsih, Sekretaris Dinas Kebersihan DKI Jakarta.(bhc/mdb) |