JAKARTA, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan pemanggilan saksi-saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan kendaraan mobil toilet VVIP besar dan toilet kecil pada dinas kebersihan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Berangkat dari kasus tersebut, hingga saat ini Kejagung masih terus mengembangkan untuk kemudian menetapkan tersangka, selain memanggil pejabat dan para mantan penjabat yang terlibat pada kasus yang merugikan negara, sebesar Rp 5,328 miliar ini.
"Jadi sejak pukul 09:00 WIB diperiksa 3 saksi yang pokoknya mengenai proses pembayaran dalam kegiatan pengadaan mobil toilet VVIP, diperiksa Endang HW, Sekretaris Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, Selasa (18/6) di Jakarta.
Dijelaskan Untung, terkait dengan penyusunan engineering estimate dalam pengadaan tersebut, diperiksa Wahyu Pudjiastuti, Kepala Bidang Tehnik Kebersihan pada Dinas Kebersihan Prov DKI Jakarta, dan terkait dengan keberadaan PT Saksi yang ikut dalam tender pengadaan mobil toilet VVIP, diperiksa Bennyto M, dari PT. Toba Bangun Sarana.
"Adapun 3 saksi lain, yaitu Suhadi, PT. Dinamika Alam Raya, Jefry S, Direktur PT.Digo Mitra Slogan dan Delima N, PT. Christalenta Utara tidak hadir memenuhi panggilan penyidik, namun tetap akan diagendakan pemanggilan ulang," ujar Untung.(bhc/mdb) |