Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Import Daging
Kasus Impor Daging Masih Menjadi Prioritas KPK
Tuesday 26 Feb 2013 10:53:49

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus suap impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan) masih mejadi prioritas pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selasa, (26/2) atau hari ini, dari 20 orang yang akan diperiksa, 10 diantaranya merupakan kasus suap impor daging. Sementara 10 lainnya untuk kasus berbeda.

Ada tiga tersangka suap kouta impor daging yang akan diperiksa hari ini. Mereka adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), Ahmad Fathanah (AF), serta satu tersangka lain dari perusahaan importir daging sapi PT Indoguna Utama yakni Juard Effendi (JE).

Priharsa Nugraha, Kabag Informasi dan Pemberitaan KPK menjelaskan, satu diantara tiga tersangka akan diperiksa sebagai kapasitas tersangka yakni LHI, sementara Juard Effendi dan Ahmad Fathanah diperiksa sebagai saksi. "LHI diperiksa sebagai tersangka. Ahmad Fathanah dan Juard Effendi diperiksa untuk LHI dan Arya Abdi Effendi," ujar Priharsa, Selasa (26/2).

Samentara 7 orang lainnya baik dari kalangan pegawai negeri maupun swasta akan diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka. Ketujuh orang itu adalah Jerry Roger (swasta), IR. Suharyono, (KA Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian), IR. Baran Wirawan (Sekretaris Mentan, Ahmad Junaedi (Dir Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen), Achdriat Basari (swasta), Baskoro (swasta), dan Edwin (PNS).

Diawal pekan ini, KPK masih memprioritaskan pemeriksaan terhadap kasus suap kuota impor daging yang sudah menyeret empat tersangka ke dalam sel penjara ini. Dari 20 orang yang akan diperiksa KPK hari ini, 10 orang untuk kasus suap impor daging sapi, 10 orang sisanya untuk kasus lain. Dengan rincian PLTU Tarahan 1 orang, Hambalang 3 orang, Century 1 orang, Simulator SIM 2 orang, PON Riau 1 orang, dan Seluma 2 orang.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Import Daging
 
• MA Tambah Hukuman Luthfi Hasan Ishaaq Jadi 18 Tahun
 
• Suap Import Daging, Maria Elizabeth Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara
 
• Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
 
• Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
 
• Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]