Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pelecehan Seksual
Kasus 'Begal Payudara', Kuasa Hukum Berhasil Mediasi Pihak Pelaku dan Korban
2020-01-29 10:18:32

Kuasa hukum pelaku begal payudara saat menunjukkan beberapa surat perdamaian.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Kuasa Hukum pelaku 'begal payudara' mengatakan, pihaknya telah berhasil mempertemukan dan melakukan mediasi antara keluarga pelaku (Denny,red) dengan korban berinisial ET. Adapun tujuan pertemuan itu adalah menyampaikan permohonan maaf pihak pelaku dan juga keluarga secara langsung kepada korban.

Hal itu disampaikan salah satu Tim Kuasa Hukum Kantor Hukum ARS & Partner, Ronny Perdana Manullang kepada wartawan, di komplek Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/1) malam lalu.

Ronny menjelaskan, pertemuan dan mediasi tersebut telah menghasilkan perdamaian dan pihak korban berencana mencabut laporannya di kepolisian.

"Kita mencoba memediasi antara pihak pelaku dan korban, dan hasilnya positif. Jadi korban itu sudah mau berdamai dan ingin mencabut laporan," kata Ronny.

Ia juga mengatakan, hasil perdamaian tersebut akan diberikan kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya.

"Nah hari ini kita datang (ke PMJ), ingin menemui penyidik untuk menyerahkan surat perdamaian," tuturnya.

Selanjutnya, tambah Ronny, akan berkoordinasi dengan pihak penyidik untuk mengatur pertemuan antara pelaku dan korban secara langsung.

"Dan bertanya kepada penyidik kapan kira-kira bisa diagendakan supaya korban dan pelaku bisa bertemu, dan bisa segera dilakukan pencabutan laporan," pungkas Ronny, yang juga didampingi dua rekannya dari
Kantor Hukum ARS & Partner, yakni, Tri Santo Perkasa Tarigan dan Arief Darmawan.(bh/amp)


 
Berita Terkait Pelecehan Seksual
 
• Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
 
• Tiga Mahasiswi Fakultas Kehutanan Unmul Diduga Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen Pembimbing
 
• Gereja Katolik Prancis Siap Jual Aset dan Pinjam Uang untuk Bayar Ganti Rugi Korban Pelecehan Seksual
 
• Kesaksian Para Perempuan Korban Pelecehan Gubernur New York Andrew Cuomo
 
• Kasus 'Begal Payudara', Kuasa Hukum Berhasil Mediasi Pihak Pelaku dan Korban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]