Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
TNI
Kasad Bersama Pangdam Jaya Hadiri Tahlil dan Doa Bersama di Monumen Pancasila Sakti
2016-10-01 11:05:08

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Laksymana beserta seluruh jajarannya saat mengikuti doa bersama di monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (30/9).(Foto: BH /yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka memperingati G30S/PKI, sebagai bangsa yang paham sejarah, kita harus selalu waspada terhadap paham komunisme. Oleh karena itu dengan mengenang yang dilandasi oleh jiwa dan tekad kepahlawanan yang ditunjukkan pahlawan revolusi Indonesia, Kodam Jaya menggelar doa bersama di monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (30/9).

Bahwa Tahlil dan doa bersama ini semata dilakukan untuk mendoakan dan mengenang para pahlawan yang gugur dalam pemberontakan komunis 30 September 1965 silam.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Laksymana beserta seluruh jajarannya. Acara berlangsung cukup khusuk lantaran diisi pengajian dan tahlilan, turut hadir juga keluarga dari ke tujuh pahlawan revolusi datang dan mengikuti rangkaian doa hingga acara selesai.

Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, bangsa Indonesia harus tetap mewaspai bangkitnya komunisme dalam berbagai bentuk. "Melalui kegiatan ini, masyarakat Indonesia harus bisa memahami pesitiwa G30S/PKI. Mari merenungkan kembali guna menggugah kewaspadaan kita," katanya usai menggelar acara doa bersama.

Kasad TNI menegaskan paham komunis memiliki bahaya laten dan sebagai musuh bersama yang harus kita lawan. Untuk itu, perlu membentengi diri dari ideologi komunis yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan beragama bagi bangsa Indonesia. "Sebagai generasi penerus bangsa, mesti mengerti kejadian G30S tersebut seperti pemberontakan dari PKI. Pemberontakan tersebut adalah fakta sejarah yang tidak terbantahkan" ujar Mulyono.

Lebih lanjut Kasad menjelaskan, "sebagai bangsa yang memiliki sejarah kental dengan ideologi komunisme, sudah selayaknya Indonesia memerangi paham tersebut dengan menjunjung tinggi ideologi pancasila, karena komunisme dan pancasila tidak akan pernah menyatu," tegasnya.

Sejarah kelam bangsa Indonesia mencatat, Gerakan 30 September (G30S/PKI) adalah satu kejadian yang berlangsung pada malam tanggal 30 September, saat itu 6 perwira tinggi serta 1 perwira pertama TNI AD terbunuh.(bh/yun)


 
Berita Terkait TNI
 
• Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
 
• Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
 
• Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
 
• Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
 
• Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]