Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Konflik Politik
Karena Sinetron, Politisi di Thailand Ribut
Tuesday 08 Jan 2013 00:23:23

Simpatisan pendukung massa Pemerintah Thailand.(Foto: Ist)
BANGKOK, Berita HUKUM – Tayangan sinetron di Thailand memicu konflik antar politisi di negeri gajah putih tersebut. Pihak oposisi menuduh Pemerintah Thailand menghentikan sebuah acara sinteron karena sinetron itu menggambarkan praktek korupsi yang dilakukan oleh pemerintah.

Saat ini Pemerintah Thailand dikuasai oleh kelompok yang mendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Thaksin sendiri saat ini menjadi buronan di luar negeri untuk menghindari dakwaan korupsi yang didapatkannya dari pengadilan Thailand.

“Ada intervensi politik dalam penghentian acara tersebut. Sinetron itu menceritakan seorang politisi yang melakukan korupsi,” ujar Chayanond Intarakomalyasut, politisi dari pihak oposisi, seperti dikutip AFP, Senin (7/1).

Pemerintah Thailand sendiri mengatakan bahwa mereka tidak melakukan intervensi apapun kepada acara sinetron yang berjudul “Nuer Mek 2” (Di Atas Awan 2) itu.

“Saya sempat menontonnya beberapa kali, memang acara tersebut menceritakan soal politisi korup namun saya tidak pernah merasa tersinggung dengan cerita tersebut,” ujar juru bicara Pemerintah Thailand Torapon Sereerak.

Channel 3, stasiun televisi yang menayangkan acara sinetron tersebut menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang keputusan penghentian tersebut. stasiun televisi itu hanya menyatakan acara tersebut dihentikan karena konten yang tidak pantas.

Konflik politik di Thailand terus memanas setelah adik dari Thaksin, Yingluck Shinawatra, berhasil terpilih sebagai Perdana Menteri di Thailand. Pihak oposisi pun beberapa kali mengeluarkan mosi tidak percaya di parlemen dengan alasan Yingluck selama ini menjadi boneka Thaksin di pemerintahan.(ok/bhc/mdb)


 
Berita Terkait Konflik Politik
 
Karena Sinetron, Politisi di Thailand Ribut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]