Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kapolri
Kapolri Jenguk Anggota Densus 88 Yang Tertembak Teroris
Thursday 02 Jan 2014 16:02:20

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapolri Jenderal Pol Sutarman siang hari ini menjenguk salah seorang anggota Densus 88 Mabes Polri yang tertembak di bagian kaki saat penggerebekan teroris di Ciputat. Kapolri tiba di RS Pondok Indah pukul 12.45 WIB bersama dengan Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi, dan juga Kasat Jatanras AKBP Herry Heryawan yang menggunakan baju kemeja lengan pajang hitam-hitam. Datang rombongan dengan menggunakan bus Polisi, selepas kunjungan Sutarman di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, Kamis (2/1).

Salah seorang dari kepolisian Brigjen Pol Arthur Tampi menujukan hasil rongen bagian kaki angota yang tertembak kepada Sutarman, sembarimmenyakinakan bahwa kondisi yang dialami anggota tidak begitu mengkhawatirkan dan kemungkinan besar dalam waktu dekat sudah bisa kembali bertugas.

"Nampaknya besok dia sudah bisa bertugas lagi," ujar Arthur sambil menunjukan hasil rontgen kepada Sutarman di kamar pasien.

Kronologis tertembaknya anggota Densus 88 saat akan menggerebek langsung mengejar DPO Dayat ketika keluar rumah sekitar pukul 19.30 Wib. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan penyergapan terhadap Dayat. Saat itulah baku tembak tak terelakkan.

"Tim kita mengejar lalu terjadi baku tembak. Sekalinya tembakan mengena kaki anggota kita," ujar Jenderal Sutarman lagi.

Akhirnya Dayat berhasil dilumpuhkan di depan Gang H Hasan saat keluar dari rumah kelompok teroris yang digerebek. Dayat yang saat itu menggunakan sepeda motor Honda Supra Fit mencoba melawan saat hendak ditangkap.

Sutarman menjelaskan, luka tembak dari senjata rakitan Dayat itu menembus paha kiri anggotanya. "Tim dokter Rumah Sakit sudah berhasil mengeluarkan peluru yang diduga berasal dari senjata yang dibawa oleh Dayat," kata Sutarman.

Ia menambahkan, pagi tadi peluru tersebut sudah diamankan Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk proses lebih lanjut. Sutarman mengatakan anggotanya itu akan dikeluarkan dari rumah sakit jika kondisinya benar-benar pulih.

Sementara korban sendiri hanya diam saja dan menuntup wajahnya dengan kain masker juga menggunakan topi, sambil duduk setengah berbaring diatas ranjang, sambil memegangi kaki yang yang terbarut perban untuk Identitasnya sendiri sangat dirahasiakan.

Sebanyak 6 Anggota teroris tewas ditembak di Markaz mereka di Kampug Sawah, Ciputat, Tangsel. Pihak Densus 88 tidak punya pilihan lain selain menembak mati semua kelompok teroris didikan Abu Roban ini, yang di Ketua Dayat Kacamata Cs karna mereka terus melakukan perlawanan dan menolak ajakan untuk menyerahkan diri.

"Polri sebetulnya tidak mengharapkan terjadinya korban, baik di anggota maupun korban, siapapun juga. Tapi kita sudah peringatkan, untuk serahkan diri, sudah dikepung tapi dia lakukan penembakan dari dalam dan anggota kita kena tembakan," jelas Kapolri Jenderal Sutarman.

Sebelumnya pada malam pergantian tahun disebuah rumaah kontrakan yang di jadikan sebagai Markaz teroris selama hampir 1 tahun menebar teror disekitar Tangerang dan Jakarta, menjadikan rumah yang berukuran 10 x 12 meter milik seorang warga tersebut tempat bersembunyi dan merancanakan aksi-aksi terornya, dimana rumah tersebut memang agak tersembunyi dan lokasi yang dekat rimbunan pohon bambu berlokasi di ujung Gang H Hasan, Jalan KH Dewantoro, RT/ RW 04/07, Kelurahan Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten

Ke semua tersangka teroris yang tewas merupakan pelaku teror yang selama ini merupakan jaringan Abu Roban, pelaku aksi penembakan anggota polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan dan Vihara Ekayana di Jakarta Barat. Dan perampokan bang BRI Penongan.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kapolri
 
• Kapolri: Layani dan Lindungi serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat
 
• Kapolri Bilang 'Potong Kepala', Ditambahin Kapolda Metro: Saya 'Blender' Sekalian
 
• Program 100 Hari Presisi Kapolri, Prakasa Asabels Nusantara Giatkan Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
 
• 100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Listyo Dinilai Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
 
• Romo Benny Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri: Penyelesaian Masalah Intoleransi dengan Penegakkan Hukum
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]