World" /> BeritaHUKUM.com - Kampanye Moving Planet Di 170 Negara Digelar di Bandung

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Earth Hour
Kampanye Moving Planet Di 170 Negara Digelar di Bandung
Friday 23 Sep 2011 23:19:15

Moving Planet 350org Indonesia (Foto: Istimewa)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - "Pindah Planet" adalah hari aksi global. Kegiatan yang didedikasikan untuk "bergerak menjauh dari planet bahan bakar fosil." Ribuan peristiwa aksi damai ini akan berlangsung di lebih dari 170 negara di seluruh dunia dari 350.0rg dan berbagai Organisasi Lainnya.

World Wide Fauna (WWF) bersama Greenpeace, IESR dan lainya akan menggelar kampanye ‘Moving Planet’ tidak di Jakarta, melainkan di gedung Sate, Bandung, Sabtu (24/9). Aksi ini merupakan salah satu dari kegiatan serupa yang berlangsung berbagai negara di dunia.

"Kami akan mengadakan kampanye untuk memperingati Earth hour di Gedung Sate, Bandung. Kami memilih kota Bandung, karena kampanye di Jakarta itu sudah biasa. Sudah saatnya kampanye dilaksanakan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, agar pesan dari kampanye sampai juga masyarakat di kota lain," kata Kordinator Kampanye WWF Verena Puspawardani kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/9).

Dalam kampanyenya nanti, lanjut dia, WWF akan mencanangkan kampanye hemat bahan bakar dengan adanya perform art di Gedung Sate seperti pertunjukan lukisan yang bertemakan hemat emisi. "Kampanye yang kami lakukan di Gedung Sate besok menyajikan pertunjukan seni soal hemat emisi," imbuhnya.

Selain itu, Verena juga menyampaikan bahwa rombongan tim bersepeda 350 jam Indonesia Bersepeda 1.000 kilometer yang telah menempuh Bali sampai Yogyakarta akan berhenti di Bandung dan meramaikan kampanye Moving Planet besok.

Aksi ini sendiri, diklaim sebagai aksi besar dari ribuan acara akhir pekan ini Dari 350.org Dengan Berbagai Oranisasi Lingkungan Lainnya. Masyarakat diminta untuk tetap peduli memecahkan krisis iklim serta polusi besar melakukan segalanya. Warga dunia pun diminta untuk menggerakkan dunia di luar bahan bakar fosil. Selain akan habis, bahan bakar dari fosil itu kerap merusak lingkungan.

Aksi ini juga akan dilakukan di gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat. Sejumlah aktivis lingkungan akan menyiapkan layar besar untuk menampilkan foto dan video dari acara di seluruh dunia untuk memastikan bahwa delegasi PBB dan media global memahami arti masalah dari perubahan iklim ini. (dbs/ans).


 
Berita Terkait Earth Hour
 
Discovery Hotel & Convention Ancol Berpartisipasi di Earth Hour 2015
 
Setiap Individu Wajib Merayakan Earth Hour
 
Aceh Arak Manusia Plastik
 
Kota Depok Dan Jakarta Merayakan Earth Hour
 
Lima Kota Besar Dukung Aksi Earth Hour 2012
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]