Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pemindahan Ibu Kota
Kalteng Dinilai Sangat Layak Jadi Ibu Kota Negara
Saturday 26 Jan 2013 18:40:35

Ilustrasi, peta Kalimantan.(Foto: Ist)
PALANGKA RAYA, Berita HUKUM - Pengamat sosial kemasyarakatan dari Universitas Palangka Raya (Unpar), Prof Dr HM Norsanie Darlan menilai, Kalimantan Tengah (Kalteng) sangat layak menjadi ibu kota negara (Indonesia), karena beberapa keunggulan komperatif dan kompetitif.

"Kalau Ibu Kota Republik Indonesia dipindahkan dari DKI Jakarta Raya (Jaya) ke Palangka Raya, Kalteng, setidaknya ada tujuh keuntungan," imbuhnya di Kalteng, Sabtu (26/1).

Pendapat Guru Besar perguruan tinggi negeri tertua di Bumi Isen Mulang Kalteng itu dikemukakan menanggapi pro-kontra terhadap pemindahan Ibu Kota RI, termasuk ke kota cantik Palangka Raya, yang belakangan cukup ramai menjadi pembicaraan.

Namun mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) itu lebih cenderung menyukai, kalau Ibu Kota Pemerintahan RI pindah dari DKI Jaya ke Palangka Raya, yang sejak lama dipersiapkan dan menjadi impian mendiang Presiden Soekarno.

Ia menyatakan, beberapa keuntungan jika Ibu Kota RI pindah ke Palangka Raya, antara lain ibu kota Kalteng berada di pulau terbesar di tanah air. Posisiya juga di tengah-tengah pulau, sehingga sudah pasti aman dari tsunami.

Apalagi selama ini Bumi Borneo dikenal sebagai daerah relatif aman dari ancaman berbagai bencana alam, karena tidak memiliki gunung berapi aktif, serta bebas tsunami akibat gempa tektonik.

Selain itu, selama berabad-abad, belum pernah ada gempa. Bahkan dalam sudut pandang ilmu pengetahuan, juga Kalimantan tidak mudah terkena gempa, serta terbebas dari banjir seperti kejadian di DKI.

Kemudian, jika jadi Ibu Kota RI di Palangka Raya, tentu harus ditata dengan baik dan mudah penataannya. Karena tidak akan terjadi seperti di Jakarta atau kota-kota lain untuk pembebasan lahan dengan biaya dan risiko yang terlalu besar.

Sebagai contoh di Palangka Raya tentu tidak akan menggusur penduduk seperti pada beberapa kota lain, karena masih banyak tersedia lahan, lanjut pria kelahiran Anjir Kapuas Kalteng yang meniti karier mulai dari pegawai rendahan itu.

Keuntungan lain, jika Ibu Kota RI pindah ke Palangka Raya, bila pemerintah pusat memanggil instansi untuk datang, maka komunikasi dan transportasi dari kawasan barat maupun timur tidak terlalu jauh.

"Pasalnya, Kota Palangka Raya ada di tengah-tengah negeri nusantara Indonesia," lanjut Guru Besar yang banyak mengeluti Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau Pendidikan Non Formal tersebut.

Oleh sebab itu, kata Norsanie, tidak salah kalau impian presiden pertama RI, dengan pemikiran yang cukup visioner, menjadi perhatian bersama.

Semantara Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Riswandi di Banjarmasin mengatakan bahwa, “Perhatian itu sebuah kewajaran. Karena wacana tersebut, bukan rahasia umum lagi,” ujarnya, Rabu (23/1).

“Apalagi kota metropolitan tersebut belakangan seakan sudah menjadi langganan banjir. Sementara pemerintah tampaknya masih kesulitan mencari solusi agar persoalan itu tidak lagi menghambat jalan roda pemerintahan,” katanya.

Menurut anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pemindahan ibu kota RI bukan semudah membalik telapak tangan, namun bisa terwujud asalkan ada kesepahaman dan kajian lebih mendalam.

“Karena pemindahan ibu kota RI tidak hanya memerlukan pemikiran, melainkan dari segi biaya juga harus menunjang serta berbagai pertimbangan lain,” kata mantan pegawai Departemen Keuangan itu.

Menurut dia, memang sudah selayaknya ibu kota negara dipindah dari DKI. Kalimantan sangat siap dan merupakan kawasan strategis untuk menjadi tempat ibu kota RI.

“Pulau Kalimantan yang dianggap strategis untuk pemindahan ibu kota RI tersebut. Karena Pulau Borneo bila dilihat dari sisi bencana sangat kecil, seperti gempa dan banjir,” kata politisi PKS tersebut.

“Layak atau tidak layak, Kalimantan merupakan daerah yang sangat strategis. siap atau tidak siap, Kalimantan masih sangat luas untuk membangun pemerintahan RI,” demikian Riswandi.(dbs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pemindahan Ibu Kota
 
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
 
Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus
 
Legislator Minta Kejelasan Transparansi Skema Pembebasan Lahan IKN
 
Legislator Ingatkan Pemerintah Tak Paksakan Percepatan Pembangunan IKN
 
Aktivis JAKI Puji Langkah Kapolri Konsolidasikan Dukungan untuk Kawal dan Sukseskan IKN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]