Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres 2014
KPU Masih Minim Kepercayaan Publik
Monday 31 Dec 2012 17:01:33

Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rendahnya kepercayaan publik terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi tantangan dalam persiapan pemilu 2014. Komisioner KPU Hadar Navis Gumay mengakui tidak mudah untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap proses pemilu.

"Pemilu di Indonesia itu unik, karena punya surat suara sendiri dari calon tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai daerah pemilihan. Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu," kata Hadar di kantornya, Senin (31/12).

Hadar mengatakan salah satu persoalan menjelang pemilu adalah penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Saat pembuatan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPT, KPU akan turun ke lapangan. Kami harapkan masyarakat aktif mengecek apakah sudah terdaftar atau belum," ungkap Hadar.

Dia optimis pemilu 2014 bisa berlangsung dengan lancar jika masalah DPT dapat diselesaikan sejak awal.

Sementara, Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin menilai, KPU harus mampu memperbaiki kinerjanya.

“Sulit berharap bahwa publik percaya dengan KPU karena lembaga tersebut tidak transparan dan akuntabel dalam proses verifikasi peserta Pemilu 2014,” kata Said.

Dia menyebutkan sejumlah potensi pelanggaraan tahapan pemilu yakni Peraturan KPU Nomor 10/2012 tentang pemantau pemilu yang harus melapor kepada polisi dengan alasan faktor keamanan.(rm/ipb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pilpres 2014
 
• Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
 
• Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
 
• Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
 
• Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
 
• Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]