Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Dana Haji
KPK Tahan SDA Mantan Menag, SDA: Saya Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Saturday 11 Apr 2015 14:54:57

SDA keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye yang menjadi ciri khas seragam tahanan KPK.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010 – 2011 dan tahun 2012 - 2013, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya hukum penahanan terhadap tersangka korupsi SDA atau Suryadharma Ali mantan Menteri Agama Republik Indonesia. Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK yang beralamat di Pomdam Jaya Guntur.

Sebelumnya, SDA telah ditetapkan sebagai tersangka. SDA selaku Menteri Agama diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010 – 2011 dan tahun 2012 - 2013.

Usai menjalani 9 jam pemeriksaan, SDA keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye yang menjadi ciri khas seragam tahanan komisi anti korupsi tersebut setelah sekitar 8 jam diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Sementara, Suryadharma Ali (SDA) mengaku kecewa dikenakan status penahanan oleh KPK. Pasalnya, pemeriksaan yang dijalaninya belum masuk pada materi yang disangkakan. Dirinya menuduh adanya motif dendam di balik penahanan.

"Belum sampai pada materi yang disangkakan tapi tiba-tiba saya disodorkan surat perintah penahanan dan saya menolak menandatangani surat perintah penahanan itu berikut berita acaranya," kata SDA, usai diperiksa di Kantor KPK, Jumat (10/4).

Dirinya merasa tidak diperlakukan secara adil oleh badan antikorupsi tersebut. Alasannya, sejak ditersangkakan pada Mei 2014 hingga kini belum ada hasil penghitungan kerugian negara yang resmi dari perkara korupsi penyelenggaraan ibadah haji.

"BPK maupun BPKP belum mengeluarkan keterangan tentang kerugian negara, lalu apa yang dikorupsi kalau kerugian negaranya tidak ada ? Apalagi sampai Rp 1,8 triliun kira-kira mengambilnya bagaimana ? Menaruhnya bagaimana ? Itu saja sulitnya sudah minta ampun," kata SDA yang juga sebagai mantan Ketua Umum PPP.

Dikatakan, upaya praperadilan yang ditempuhnya semata-mata untuk mencari keadilan bukan melawan KPK. SDA meyakini penahanan yang dikenakan kepadanya adalah bentuk pembalasan karena telah mempraperadilankan KPK.

"Bisa jadi saya ditahan mulai hari ini sebagai bentuk balas dendam kepada saya karena saya melakukan praperadilan," jelasnya.

Atas perbuatannya, SDA disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 65 KUHPidana.(dbs/beritasatu/bh/sya)


 
Berita Terkait Kasus Dana Haji
 
Sudah Laku Dilelang, Suryadharma Ali Bersikukuh Kain Kiswahnya Harus Kembali
 
KPK Tahan SDA Mantan Menag, SDA: Saya Merasa Diperlakukan Tidak Adil
 
Anggito Abimanyu Dirjen Haji Resmi Mengundurkan Diri
 
KPK Sita HP Dirjen Haji dan Umroh Anggito Abimanyu
 
KPK Resmi Tetapkan SDA Tersangka Kasus Penyelenggaraan Ibadah Haji
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]