Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
KPK Dan BP Migas
KPK Peduli soal pencegahan Korupsi Migas
Friday 13 Apr 2012 17:42:58

Ketua KPK, Abraham Samad dan Kepala BP Migas, Priyono peresmian Pedoman Pengendali Gratifikasi (PPG) dan pemberlakuan Sistem Pelaporan Pelanggaran Whistle Blowing System (WBS) di kantor BP Migas (Foto: kpk.go.id)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung upaya pencegahan korupsi yang diterapkan di lingkungan pejabat dan pegawai kantor BP Migas. Upaya tersebut diwujudkan dengan peresmian Pedoman Pengendali Gratifikasi (PPG) dan pemberlakuan Sistem Pelaporan Pelanggaran Whistle Blowing System (WBS) di kantor BP Migas, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/4). Hadir dalam acara ini Ketua KPK, Abraham Samad dan Kepala BP Migas, Priyono.

PPG adalah pedoman yang dibuat untuk menjadi rujukan mengenai hal-hal yang terkait dengan gratifikasi kepada pimpinan dan pekerja BP Migas. Pedoman ini menjadi alat perlindungan bagi para pejabat dan pegawai BP Migas agar bertindak benar, karena jelas diatur mana yang boleh dan yang tidak. Sedangkan WBS menjadi wadah bagi pengaduan atas kejadian atau potensi kejadian korupsi, suap dan praktik kecurangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, KPK juga mensosialisasikan dan memberikan bimbingan teknis pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada seluruh pejabat dan pegawai BP Migas. Nantinya, seluruh pejabat BP Migas diwajibkan untuk melaporkan LHKPN kepada KPK.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani KPK dan BP Migas pada tahun lalu dalam upaya kerja sama pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK menjadi salah satu mitra kerja yang turut mendorong BP Migas menjadi institusi yang bersih dari praktik korupsi.

Terkait upaya mendorong perbaikan di institusi BP Migas dan upaya menyelamatkan keuangan negara dari sektor migas, sejak 2008 KPK mulai melakukan kajian migas. Beberapa rekomendasi perbaikan yang disarankan oleh KPK dan telah ditindaklanjuti oleh BP Migas di antaranya terkait lifting minyak, cost recovery, dan aspek manajemen kelembagaan BP Migas. Dari kegiatan ini potensi kerugian negara sebesar kurang lebih 150 triliun dapat terselamatkan.(Humaskpk/bhc/boy)


 
Berita Terkait KPK Dan BP Migas
 
• KPK Peduli soal pencegahan Korupsi Migas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]