Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kasus Hambalang
KPK Melanggar Hak Azasi Tersangka, Pengacara Anas Protes Keras
Saturday 11 Jan 2014 22:47:36

Salah seorang tim Pengacara Anas Urbaningrum, Carrel Ticualu, S.E., S.H.(Foto:BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Penolakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kedatangan keluarga Anas Urbaningrum untuk menyerahkan titipan makanan, dan perlengkapan mandi, serta beberapa buku pergerakan, dimana penolakan ini berbuntut panjang dengan protes keras dari pengacara Anas Urbaningrum Carrel Ticualu.

"Larangan KPK untuk menjenguk Anas Urbaningrum itu melanggar kepatutan, masa sih hanya sekedar mengirimkan makanan saja dilarang," ujar Carrel Ticualu melalui BlackBerry messenger di Jakarta, Minggu (11/1).

Selain melayangkan protes keras akibat dari penolakan kehadiran Yulianto Wahyudin, yang merupakan utusan khusus Atthiyah Laila, istri Anas Urbaningrum, saat membesuk mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu di rumah tahanan (rutan) Basement gedung KPK.

Yulianto, terpaksa membawa kembali bawaannya pulang, karena petugas KPK tegas-tegas menolak dan tanpa bisa berkompromi sedikitpun dengan petugas KPK, dengan beralasan SOP untuk tidak dapat menerima titipkan tersebut.

"Protes kami ini adalah pelanggaran tehadap hak asasi tersangka. Kami akan lakukan protes keras dengan mendasarkan pada UU HAM dan UU Pemasyarakatan," tegas Carrle Ticualu kembali.

Adapun buku-buku yang dibawa untuk Anas itu, ternyata buku karya dari Tan Malaka yang berjudul ‘Merdeka 100%, Tiga Percakapan Ekonomi Politik’ dan sebuah buku ‘Heroes of Freedom and Humanity’ yang bergambar para pahlawan pembebasan.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
• Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
• Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
• Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
• KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
• Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]