Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus DPID
KPK Kembali Periksa Haris Andi Surahman
Friday 04 Oct 2013 22:29:04

Haris Andi Surahman.(Foto: BeritaHUKUM.com/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap Tersangka kasus suap pengurusan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). KPK pun menjadwalkan memeriksa seorang tersangka, Haris Andi Surahman, Jum'at (4/10).

Haris mengaku banyak dicecar pertanyaan yang di sampaikan penyidik KPK, prihal pimpinan Banggar DPR RI.

"Saya kira penyidiklah yang lebih tahu, yang pasti KPK harus konsisten terhadap pemberantasan korupsi," ujar Haris.

Menurtnya, dirinya hanya perantara dalam kasus suap dana DPID ini, namun penyidik KPK telah menjadikannya Tersangka, dan Haris hanya bisa pasrah.

Saya yang melaporkan kepada badan anggaran soal mafia anggaran itu, namun penyidik KPK menjadikan saya tersangka ya sudahlah," ujar Haris kembali.

Kemudian Haris ditanyai tentang peran dari Tamsil Linrung ?

"Kita dorong KPK supaya mengungkap semua orang-orang yang lebih banyak korupsinya," pungkas Haris sambil berlalu masuk dalam mobil tahanan KPK.

Haris sendiri yang diketahui sebagai perantara, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq sebagai penyuap kepada mantan Anggota DPR RI Wa Ode Nurhayati sebagai pihak yang penerima suap. penetapan kader Golkar tersebut sebagai tersangka merupakan pengembangan penyidikan perkara Wa Ode dan Fahd A Rafiq.

Wa Ode divonis 6 tahun penjara, karena terbukti menerima suap DPID dan melakukan tindak pidana pencucian uang. Sementara Fahd dituntut 3 tahun enam bulan penjara, karena dianggap terbukti sebagai pihak penyuap.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus DPID
 
• KPK Kembali Periksa Haris Andi Surahman
 
• Inkracht, KPK Eksekusi Wa Ode Nurhayati
 
• Anggota Komisi III Andi Anzar Penuhi Panggilan KPK
 
• Irgan Waketum Komisi IX DPR Dipanggil KPK
 
• Dituding Terima Duit DPID, Ketua Fraksi PAN: Saya Tidak Kenal Haris Suharman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]