Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus e-KTP
KPK Kaji Indikasi Korupsi Program e-KTP
Saturday 27 Aug 2011 00:08:51

Pelaksanaan program e-KTP (Foto: Istimewa)
JAKARTA-Dugaan korupsi dalam pengadaan sistem kartu tanda penduduk elektronik, menarik perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atasa dasar tersebut, institusi penegak hukum ini tengah melakukan kajian terhadap inidikasi penyelewengan anggaran pelaksanaan single identity number (SIN) yang merupakan program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"KPK sedang melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan e-KTP tersebut. Kami akan lihat apakah melaksanakan rekomendasi KPK dari hasil kajian KPK terhadap e-KTP tersebut beberapa waktu lalu, menemukan unsur seperti yang dilaporkan masyarakat,” kata Wakil Ketua KPK M Jasin, kepada wartawan, Jumat (26/8).

Selain melakukan kajian, lanjut dia, pihaknya akan juga akan melakukan identifikasi terhadap kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan proyek e-KTP seperti yang dilaporkan Goverment Watch (Gowa) pada Selasa (23/9) lalu.

Sementara itu, karo Humas KPK Johan Budi menyatakan, pihaknya bekerja sama untuk memberikan rekomendasi kepada Kemendagri bukan untuk proyek pengadaan e-KTP. Tapi kajian penggunaan e-KTP untuk menerapkan SIN sebagai upaya pencegahan kasus korupsi dan pencucian uang. "Auditnya ada di BPK, tunggu saja," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gowa menduga proyek tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1 triliun. Asumsi potensi kerugian negara setidaknya terjadi dari celah mark up harga beberapa perhitungan pengadaan barang yang paling cost intensive.

Adapun dugaan mark up dapat terjadi pada kontrak kerja perhitungan harga pengadaan blanko berbasis chip sebesar Rp 16 ribu per satuan. Blangko berbasis chip kapasitas 8kb di pasar domestik dan internasional tidak lebih dari Rp 10 rbu. Untuk pengadaan alat ini saja, kerugian negara mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Selain itu, Gowa juga menemukan dugaan mark up pada pengadaan Peralatan Data Center Pusat untuk dua paket seharga Rp 4,133 miliar. Padahal, harga peralatan data center pada pasaran internasional seharga 60.000 dolar AS atau setara dengan Rpc450 juta. Untuk peralatan ini, negara dirugikan sekitar Rp 7 miliar.

Ada sebelas penyimpangan, pelanggaran, dan kejanggalan pada proses lelang itu. Rekayasa itu dapat diklasifikasikan terjadi pada tahapan pralelang, lelang, dan pelaksanaan pekerjaan yang dilelangkan. Gowa juga menyerahkan sejumlah bukti terkait adanya dugaan rekayasa pada pengadaan e-KTP ini. Buktinya berupa data-data kontrak, penawaran harga dari vendor-vendor, juga kopi email pejabat, tim teknis dan pengusaha pada saat pratender, termasuk foto-foto kebohongan terhadap publik. Itu semua menunjukkan ada rekayasa memenangkan satu merek dalam pengadaan ini.(mic/spr)




 
Berita Terkait Kasus e-KTP
 
• Agus Rahardjo Ungkap Saat Jokowi Marah, Minta KPK Setop Kasus E-KTP
 
• KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi Pengadaan e-KTP, Diduga Merugikan Rp2,3 Triliun
 
• Ganjar Dilaporkan ke KPK, PDIP Anggap Sebagai Dinamika Pilpres 2024
 
• KPK Tetapkan 4 Orang Tersangka Baru dalam Perkara E-KTP
 
• Pemberian KTP-el Kepada WNA Harus Ditinjau Ulang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]