JAKARTA, Berita HUKUM - Melihat situasi bangsa Indonesia belakangan ini, dimana kasus korupsi kembali terkuak, Pendiri Maarif Institute sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Ahmad Syafii Maarif, memberikan petuah agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjadi petarung.
"Indonesia adalah kepingan surga. Maka itu diperlukan petarung-petarung unggulan Indonesia untuk menghalau korupsi. Pemimpin KPK yang akan datang kalau bisa kelima-limanya petarung sejati," tegas Syafii, saat memberikan tausiyah bertema "Membangun Insan KPK yang Religius dan Berintegritas" pada Senin (13/7) lalu. Jika tidak, sangat sayang negeri yang kaya raya ini akan habis dikeruk oleh koruptor.
Mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini juga heran dengan banyaknya pihak yang ingin melemahkan KPK. Padahal, lembaga ini dibentuk atas kesepakatan bersama dengan tujuan sama, yakni memerangi korupsi yang telah menggurita. "KPK ini dibangun pada masa reformasi, ada KPK, MK, KY, macam-macam konstitusi atas kesepakatan dibuat oleh DPR, Pemerintah dan para pakar. Namun (setelah dibangun) negara ini tidak serius untuk menghabisi korupsi," ujar Syafii.
Dalam acara buka puasa bersama itu, turut hadir para komisioner KPK, yakni Taufiqurachman Ruki, Johan Budi SP, dan Indriyanto Seno Adji. Selain itu, beberapa mantan komisioner juga hadir, di antaranya Mas Achmad Santosa beserta istri, Lilyana Santosa, Erry Riyana Hardjapamekas dan Chandra M. Hamzah, serta mantan penasihat Said Zainal Abidin.(kpk/bh/sya) |