Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kasus di Pelindo
KPK Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Pelindo II
Wednesday 10 Apr 2013 17:04:33

Aksi demo Front Aksi Merah Putih (FAMP) di depan gedung KPK, Rabu (10/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didatangi puluhan aktivis anti korupsi dari Front Aksi Merah Putih (FAMP), Rabu (10/4). Dalam aksinya, para pendemo membawa kuda lumping.

FAMP mengecam penjualan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia II Pelindo, yaitu PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan itu merupakan perintah Dana Moneter Dunia (IMF).

Dalam statement yang dibacakan FAMP mengatakan bahwa Kejagung melalui (JAM PIDSUS) telah menyidik tentang adanya unsur korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 12,9 miliar dan telah menetapkan tersangka Herwidayatmo (Asisten Menteri BUMN saat itu Tanri Abeng periode 1998-1999).

Hingga 11 tahun berlalu, Kejaksaan Agung tidak pernah memberikan pernyatan resmi terkait status tersangka Herwidayatmo, dan (SPDP) tahap 2 dugaan korupsi Pelindo di masa Hendarman Supanji.

"Atas dasar itu, kami meminta KPK segera mengambil alih lanjutan kasus dugan korupsi di Pelindo, dan berani menangkap serta mengadili tersangka penjual aset negara," teriak pendemo.

Dalam aksi sore ini, KPK tidak menemui pendemo, dan aksi ini sendiri berjalan lancar, serta damai. Sebelum membubarkan diri, pendemo menutup aksinya dengan berdo'a yang dipimpin oleh Malik, salah seorang korlap pendemo.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus di Pelindo
 
• Tiga Hasil Penyelidikan Pansus Angket DPR RI Tentang Pelindo II Tahap Kedua
 
• Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi
 
• Ketum FSP BUMN Bersatu: Skandal JICT, Harus Disidangkan Dahulu RJ Lino Biar Jelas !
 
• Pansus Pelindo II Serahkan Hasil Audit BPK ke KPK
 
• Lagi Asik Main Golf, 2 Tersangka Kasus Pelindo II Ditangkap Bareskrim
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]