Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
SDA
KITA Institute, Menuding Kapitalisme Penyebab Rakyat Indonesia Miskin
Tuesday 17 Mar 2015 03:20:01

Acara Deklarasi LSM KITA di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (16/3).(Foto: BH/yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kajian Informasi Terpadu Nusantara (KITA) Institute menilai, Indonesia saat ini telah menjadi arena perebutan pengaruh oleh pihak asing.

Direktur Executive KITA, Julian H Effendi mengatakan, Indonesia telah melalui beberapa periodisasi penguasaan kolonial dan perebutan pengaruh. Mulai dari Portugal, Belanda, Jepang dan pengaruh negara imperialis sejak jaman rezim Orde Baru (Orba) hingga era Reformasi ini.

“Maka kekuatan politik dalam negeri, identitas diri sebagai bangsa yang besar, tata kelola sumber daya alam dan ekonomi, serta pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan,” ujar Julian, usai deklarasi KITA yang diselenggarakan di Graha Ria Jalan Ciputat Raya Nomor 31, Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (16/3).

Julian menjelaskan, Bangsa Indonesia yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan wilayah yang sangat luas, yakni 1.992.550 Km2 yang mencakup 13.000 pulau (KKP 2012). Sayangnya, kekayaan yang ada belum mampu menyentuh mensejahterakan rakyat.

“Dari total 248,8 juta jiwa penduduk Indonesia (BPS, 2013), BPS mencatat jumlah penduduk miskin di indonesia hingga Maret 2014 mencapai 28,28 juta orang, dengan catatan pendapatan perkapita Rp 302.735 per bulan atau di bawah itu,” tutur Julian.

Julian juga melihat, hal itu terjadi karena keniscayaan motif keserakahan sebagai logika dasar sistem kapitalisme yang didorong akumulasi keuntungan sebesar mungkin, dengan biaya semurah mungkin (bahan baku, tenaga kerja, modal keuangan, biaya pengelolaan, limbah/lingkungan hidup, termasuk mengurangi persaingan, kebebasan memindahkan investasi dll).

“Penghisapan ekonomi, pendiktean politik, penghancuran budaya bangsa, merupakan hal serius bagi ancaman bangsa ini,” tegas dia.

Oleh sebab itu, dia mengaku KITA berdiri agar dapat menjadi suatu lembaga wadah untuk menyalurkan aspirasi terkait konsep Trisakti, yaitu “berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, Prinsip Trisakti ini tidak lepas dari dasar negara yaitu Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.(bhc/yun)


 
Berita Terkait SDA
 
KPK-Auriga Bedah Permasalahan Sumber Daya Alam di Sulawesi Tengah
 
Panglima TNI Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bersatu Kelola SDA Indonesia
 
Dewan Yakin RUU SDA Tidak Akan Dibatalkan MK
 
Manfaat Konservasi SDA Hayati Harus Dirasakan Masyarakat
 
Di Riau, KPK Dorong Pengelolaan SDA dan Energi yang Akuntabel
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]