Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Presiden SBY
KBRI Bantah Isu Bayar Penjemput SBY di AS 100 Dollar
Monday 03 Jun 2013 09:19:54

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal.(Foto: Ist)
WASHINGTON, Berita HUKUM - Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal membantah pemberitaan yang dilansir sejumlah pihak, termasuk situs tempo.co pada Sabtu (1/6) sore, mengenai adanya janji membayar 100 dollar AS bagi warga Indonesia di Amerika Serikat (AS) untuk menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat penganugerahan “World Statesman Award” atau “Anugerah Negarawan Dunia” dari The Appeal of Conscience Foundation (ACF), Kamis (30/5) malam waktu New York.

“Berita itu sama sekali tidak benar. Bisa ditanyakan sendiri kepada warga Indonesia yang hadir dalam acara Gala Dinner,” kata Dino Patti Djalal dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh KBRI Washington.

Melalui akun twitternya @dinopattidjalal, Dubes RI yang berkedudukan di Washington, AS itu menegaskan, tidak ada penyambut SBY di New York yang dibayar 100 dollar AS. “Ini misinformasi kelompok iseng. Diaspora RI merah putih tidak perlu bayaran. Ini bukan cara kerja kita,” tegas Dino.

Dino menantang pihak-pihak yang merasa diiming-imingi 100 dollar AS oleh KBRI/KJRI untuk menyambut kedatangan SBY dalam penganugerahan “World Statesman Award” untuk melapor kepada dirinya. “Kalau betul itu, akan saya keluarkan diplomat tersebut. Kalau tidak ada itu hanya fitnah,” tukas Dino.

Dubes RI di Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, justru curiga ada yang sedang melakukan black campaign karena faktanya justru sebaliknya. “Pihak kami mendapat laporan dari sejumlah sumber yang dipercaya bahwa ada orang Indonesia menelpon orang-orang diaspora Indonesia di AS dan membujuk mereka untuk ikut mendemo Presiden SBY di New York dengan bayaran 100 dollar AS,” kata Dino sebagaimana dikutip KBRI Washington.

Menurut Dino, diaspora RI di AS merasa tersinggung dengan tawaran tersebut dan melaporkannya kepada staf KBRI. “Saya juga telah membaca email seorang warga Indonesia yang juga melaporkan hal yang sama: ia diajak mendemo Presiden SBY dengan bayaran 100 dollar AS. Nampaknya ada permainan kotor di sini, untuk mengganggu kehormatan kunjungan Presiden SBY dengan cara apa pun,” tukas Dino.
Akun Palsu?

Isu mengenai adanya iming-iming 100 dollar AS bagi diaspora RI di Amerika Serikat yang akan menyambut kedatangan Presiden SBY, mula-mula dilansir melalui akun facebook atas nama Abdul Muchtar, yang kemudian dikutip oleh sebuah portal di tanah air, dan kemudian dikembangkan oleh tempo.co.

Namun, akun dengan nama Abdul Muchtar ini menimbulkan keraguan. Salah satu, yang menyebutnya adalah pemilik akun Twitter NawirTola yang menyimpulkan bahwa berita mengenai dukungan kepada SBY diiming-imingi duit adalah kabar bohong.

"Saya mau meluruskan akun Facebook (FB) Abdul Muchtar yg menyebarkan isu soal "dukungan" agar mau hadir dalam pemberian award buat SBY."

Sebagaimana dikutip tempo.co, Minggu (2/6), NawirTola mengatakan, "Selidik punya selidik, ternyata akun FB Abdul Muchtar baru dibuat 24 Mei 2013 yang lalu. Dibuat menjelang penyerahan award utk SBY dari ACF."

Dubes RI di AS Dino Patti Djalal melalui akun twitternya mengaku prihatin dengan penyebaran informasi-informasi miring/bohong tentang pemberian World Statesman Awrad kepada Presiden SBY di New York, 30 Mei lalu. “Itu cerminan watak tidak sehat,” kata Dino.(es/skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]