Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PT KAI
KA Senja Utama Semarang digantikan KA Menoreh
Sunday 30 Sep 2012 00:12:41

Suasana di KA Menoreh (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kereta Api Senja Utama kelas bisnis relasi Semarang Tawang – Pasar Senen Jakarta PP, mulai hari Jumat (21/9) resmi digantikan dengan KA Menoreh dengan relasi yang sama, tarif yang sama, jam keberangkatan yang sama, dan juga jam kedatangan yang sama, hanya rangkaian keretanya berubah dari Kereta Bisnis (K2) diganti dengan Kereta Ekonomi AC (K3 AC) buatan INKA.

“Walaupun kereta ekonomi, KA Menoreh ini sudah dilengkapi dengan Air Conditioner (AC), sehingga kenyamanan para penumpang pun akan lebih meningkat”, ucap Vice President Daop 4 Semarang saat peresmian di Stasiun Besar Semarang Tawang.

KA Menoreh berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.00 WIB, dan tiba di Stasiun Pasar Senen Jakarta pukul 03.54 WIB. Rangkaian KA yang terdiri dari 8 Kereta Ekonomi AC ini berkapasitas 608 penumpang dengan harga tiket antara Rp 120.000 sampai dengan Rp 155.000, “Harga bisa berubah, sesuai dengan tarif batas bawah dan batas atas”, lanjut Arief.

Saat ini, tambahnya, rangkaian KA Senja Utama yang berkapasitas 514 penumpang tengah diperbaiki di Depo Kereta Semarang Poncol untuk dipasang AC. “Kami menargetkan akhir Desember 2012 perbaikan selesai, sehingga awal Januari 2013, kereta kelas bisnis dengan fasilitas AC akan bisa beroperasi”, tegasnya.

Karena menggunakan AC, lanjut Arief, PT KAI berharap penumpang dapat mematuhi peraturan untuk tidak merokok di atas KA selama perjalanan, sehingga setiap penumpang KA dapat menikmati perjalanan dengan nyaman yang bebas asap rokok. "Penumpang yang ketahuan merokok di atas KA saat perjalanan akan diperingatkan oleh petugas, namun jika penumpang masih melanggar, akan diturunkan di stasiun terdekat", imbuh Arief.(bhc/hms/rat)


 
Berita Terkait PT KAI
 
• KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
 
• KAI Akan Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrak KRL
 
• KAI Layani Tes PCR Selama Nataru, Tarifnya Rp195.000 di 17 Stasiun
 
• Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
 
• Pemerintah Cabut Subsidi untuk 5 Kereta Api Ekonomi, Ini Daftarnya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]