Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PT KAI
KA Jaladara Dirancang Beroperasi Pada Malam Hari
Saturday 23 Feb 2013 10:11:11

Kereta Api (KA) uap Jaladara.(Foto: Ist)
SOLO, Berita HUKUM - Kereta Api (KA) uap Jaladara tengah dirancang untuk melayani perjalanan pada malam hari. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan kegiatan pariwisata di Kota Solo.

“Kami bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal mengkaji kemungkinan perpanjangan jam operasional KA Jaladara. Pemasangan lampu sorot di bagian samping kanan dan kiri, serta bagian depan kereta juga tengah dilakukan, supaya bisa dijalankan pada malam hari,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta, Sri Indarjo, Jum'at (22/2).

Selama ini, kereta yang terdiri dari sebuah lokomotif uap dan dua gerbong kayu buatan tahun 1920 tersebut beroperasi 86 kali dalam setahun.

Biasanya pemesan memilih waktu pagi sampai sore hari untuk menikmati layanan wisata, dengan menyusuri rel KA dari Stasiun Solo Purwosari – Solo Kota PP sejauh 5,6 kilometer. Sejak Oktober 2012, salah satu ikon pariwisata Kota Solo itu tak lagi beroperasi.

Pasalnya, masa sewa yang ditandatangani Pemkot dan PT KAI berakhir. Selain itu, KA tersebut juga memerlukan perbaikan.

Indarjo menambahkan, selain mengkaji perpanjangan jam operasional, Dishubkominfo dan PT KAI juga tengah menganalisa kemungkinan perpanjangan jalur KA Jaladara, hingga rel di sekitar Jembatan Mojo.

Bahkan, kemungkinan penambahan gerbong khusus guna menyimpan barang pun tengah dijajaki keduanya.(sp/bmn/bhc/rby)


 
Berita Terkait PT KAI
 
• KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
 
• KAI Akan Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrak KRL
 
• KAI Layani Tes PCR Selama Nataru, Tarifnya Rp195.000 di 17 Stasiun
 
• Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
 
• Pemerintah Cabut Subsidi untuk 5 Kereta Api Ekonomi, Ini Daftarnya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]