Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Cina
Jurnalis Cina Beri 'Pengakuan' di Televisi
Saturday 26 Oct 2013 19:36:08

Chen Yongzhou mengaku menulis berita tentang ketidakberesan perusahaan karena uang.(Foto: Ist)
CINA, Berita HUKUM - Wartawan Cina yang ditahan sejak pekan lalu, memberikan pengakuan telah melakukan kesalahan melalui siaran televisi pemerintah. "Saya ingin mengakui kesahalan saya dan untuk mengungkapkan penyesalan," kata Chen Yongzhou, yang ditahan atas tuduhan pencemaran nama baik perusahaan yang sebagian modalnya dimiliki oleh negara.

Media pemerintah mengatakan dia mengakui kesalahannya yang menulis berita tersebut demi uang. Analis mengatakan pengakuan melalui televisi beberapa kali dilakukan dalam kasus yang menarik perhatian atau bermuatan politik.

Tetapi para juru kampanye mengkritik praktek tersebut, dan mengatakan pengakuan tersebut seringkali dibuat dibawah proses paksaan dan kekerasan.

'Demi uang'

Chen menulis sejumlah artikel untuk koran New Express yang terbit di provinsi Guangdong yang menuduh adanya ketidakberesan dalam keuangan perusahaan peralatan konstruksi, Zoomlion.

"Dalam kasus ini saya merugikan Zoomlion dan juga seluruh industri media dan kepercayaan publik," kata dia kepada televisi pemerintah CCTV.

"Saya melakukan ini terutama demi uang dan ketenaran. Saya dimanfaatkan. Saya menyadari kesalahan saya."
Media pemerintah mengatakan dia mengaku menerima suap, tetapi tidak melaporkan siapa yang membayar suap tersebut.

Kasusnya menyedot perhatian yang cukup luas setelah koran Klik New Express dua kali memuat permohonan pembebasan Chen di halaman depan.

Koran tersebut belum memberikan komentar terhadap pengakuan tersebut.

Sensor Ketat

Organisasi pemantau media, China Digital Times melaporkan bahwa departemen propaganda Partai Komunis telah menghalangi koran tersebut untuk memberitakan masalah tersebut.

Departemen juga menginstruksikan agar koran tersebut memantau akun media sosial milik reporternya.
Tetapi banyak koran tetap memberitakan peristiwa tersebut.

Koran Southern Metropolis Daily mempublikasikan editorial yang menuduh pejabat Zoomlion di Changsha menyalahgunakan wewenang.

Menurut China Media Project yang berbasis di Hong Kong, koran tersebut telah mencabut editorialnya karena tekanan sensor.

Industri koran Cina dikontrol oleh sebuah sistem sensor lokal oleh partai. Tetapi beberapa diantaranya keberatan dengan sensor.

Awal tahun ini, staf di media mingguan di Guangzhou melakukan mogok setelah penyesoran terhadap sebuah editorial yang diterbitkan pada tahun baru mendesak dilakukannya reformasi.(bbc/bhc/sya)


 
Berita Terkait Cina
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
 
Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
 
Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
 
Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
 
Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]