Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Jokowi Buka Penas KTNA, Warga Aceh Usir Gubernur Kalbar, Cornelis
2017-05-07 05:39:22

Demo aksi masyarakat Aceh saat kedatangan Cornelis Gubernur Kalbar yang diusir dari Aceh.(Foto: Istimewa)
BANDA ACEH, Berita HUKUM - Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan ke-15 Tahun 2017 telah resmi dibuka Presiden Jokowi, Sabtu (6/5) di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Sementara itu, di tempat lain sejumlah warga masyarakat di Banda Aceh, justru menggelar aksi yang mengambil lokasi di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh.

Aksi yang digelar dibawah komando Laskar Pembela Islam (LPI) ACEH itu, dilakukan untuk menolak kehadiran Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis MH di Banda Aceh, yang berniat menghadiri Penas KTNA-XV yang diresmikan Presiden dengan pemukulan Tambo itu.

"Bumi Aceh haram di injak oleh siapapun yang benci kepada Ulama dan Islam, termasuk Cornelis. Kami minta kepada Gubernur kafir harbi itu, untuk segera angkat kaki dari Aceh, sebelum kami mengusir paksa," ujar seorang orator dalam aksi yang berlangsung singkat itu.

Aksi warga masyarakat Aceh itu, kemudian dilanjutkan dengan mendatangi Hotel Hermes Palace tempat dimana Cornelis menginap, lalu meminta pihak Hotel Hermes untuk segera mengusir Gubernur Kalbar itu dari hotel tersebut. Menurut massa aksi, hal itu dilakukan Masyarakat Aceh tidak bisa menerima kehadiran Cornelis, yang beberapa waktu lalu juga pernah menolak kedatangan Ulama untuk berdakwah di Kalimantan Barat. Berikut kiriman video saat massa aksi mendatangi hotel tempat Gubernur Kalbar itu menginap.

Sebelumnya, sebagaimana viral di media sosial beredar pidato Gubernur Kalbar yang bernada provokatif, intoleran dan menyerang Simbol Islam. Akibat Pidato Cornelis itu, salah satu ulama tak bersalah dipulangkan dengan paksa oleh aparat kepolisian. "Aparat ternyata lebih takut dengan ancaman segelintir massa Dayak Kristen, dibanding memikirkan perasaan dan hati ummat Islam," ujar para pelaku aksi tersebut.

Karena desakan massa aksi, akhirnya pihak Hotel Hermes memberikan keterangan bahwa Gubernur Kalimantan Barat itu, sudah check out sekitar pukul 12.00 WIB seraya memperlihatkan selembar kertas bukti yang bersangkutanb telah meninggalkan hotel tersebut. Mendapatkan keterangan seperti itu, dengan tertib kemudian massa aksi membubarkan diri.

Sementara, Dimedia sosial beredar luas pidato Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) bernada provokatif, intoleran dan menyerang simbol agama Islam.

Banyak netizen yang heran dan tak habis pikir dengan pidato Cornelis yang penuh dengan kebencian kepada ulama dan Islam itu.

Kini, sudah hampir 2000 kali video tersebut di retweet pada laman Twitter. Hal ini membuat kaget seorang netizen.

"Ya Allah, hampir 2000 retweet," kicau akun @NetizenTofa, Sabtu (6/5).

Sebelumnya, netizen itu mengunggah video pidato Cornelis sembari menulis, "Kalau gitu, setuju kan jika Gubernur Kalimantan Barat ini sedang melakukan praktik MENEBAR KEBENCIAN?," kicaunya.

Berikut video pidato Cornelius yang memancing emosi umat Islam, Klik YouTube.(red-03/telnews/telusur/pekanews/bh/sya)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]