Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
MRT
Jokowi: MRT Jalan Bila Pemerintah Pusat Subsidi Tiket 70%
Friday 30 Nov 2012 01:00:42

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menghadap Menkeu Agus Martowardojo pekan depan untuk membicarakan harga tiket Mass Rapid Transit Jakarta (MRTJ). Jokowi menuturkan, MRT bisa berjalan jika pemerintah pusat bersedia memberikan subsidi 70 persen harga tiket MRT.

Harga tiket MRT, menurut hitung-hitungan Jokowi berkisar pada Rp 38 ribu. Jika pemerintah pusat memberikan subsidi 70 persen maka harga tiket MRT bisa ditekan sampai Rp 10 ribu.

"Sehingga saya harus nego lagi dengan pemerintah pusat, saya akan minta agar pemerintah pusat paling tidak memberikan, paling tidak 70:30, sehingga beban kita tidak terlalu berat, sehingga subsidinya tidak terlalu gede. Minggu depan ketemu Menteri Keuangan memohon itu, kalau itu sudah, ya jalan," kata Jokowi usai bertemu empat mata dengan Dirut PT MRTJ di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/11) malam.

Dalam pertemuant tersebut juga dibahas mengenai pengembalian pinjaman. Juga dibahas hal-hal lain seputar proyek MRT.

"Soal pengembalian pinjamantadi memang belum dijelaskan, tapi itung-itungan kasarnya masuklah. Saya harus minta kajiannya komplit, artinya ya sudah lah. Semua kajian, ekonomi, sosial, semuanyalah," katanya.

Sampai saat ini Jokowi sedang menunggu berbagai kajian lengkap terkait pelaksanaan proyek MRT. Namun Jokowi kembali menegaskan proyek MRT hanya bisa berjalan jika harga tiketnya bis ditekan dengan subsidi pemerintah pusat.

"Saya tinggal tunggu kajian sajalah, yang paling penting bagi saya 70:30. 70 pemerintah pusat, 30 pemerintah provinsi DKI. Kalau sudah disanggupi, ya sudah, jalan. Tergantung Menkeu. (Sepertinya) positif melanjutkan, dengan catatan itu tadi, 70:30," tandasnya, Demikian seperti yang dikutip dari detik.com, pada Kamis (29/11).(dtk/bhc/opn)


 
Berita Terkait MRT
 
MRT Business Space di Stasiun Bundaran HI Gratis Hingga 31 Desember 2021
 
PT MRT Jakarta (Perseroda) Hadirkan Ruang Musik Marti
 
Gubernur Anies Resmikan Penamaan Stasiun ASEAN MRT Jakarta
 
Selama April 2019, Tarif MRT Diskon 50 Persen
 
Program MRT Bukan Keberhasilan Jokowi Sendiri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]