Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Buruh
Joko Widodo Sempat Keluar Bersalaman Dengan Buruh yang Berdemo di Balai Kota
Friday 02 Nov 2012 16:27:28

Joko Widodo (JOKOWI) saat keluar menemui para buruh di depan Balai Kota Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi demonstrasi ribuan buruh masih terus berlanjut di balai kota DKI Jakarta, untuk menuntut UMP layak pekerja DKI Jakarta. Mereka terus berorasi sembari menanti dan menunggu Wagub DKI Basuki untuk menemui mereka. Para buruh ini tergabung dari organisasi seperti: KSPSI, AGN, SPSI, KSBSI, Federasi Serikat Pekerja Niaga Bank, Jasa dan Asuransi, FSB, KAMI, serta PARAHO, Jumat (2/11).

Buruh terus berteriak dan menagih janji kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahja Purnama untuk terus membela kepentingan kaum buruh. Keadaan pun menjadi riuh saat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo keluar dan mendatangi para pendemo sambil meneriakkan 'hidup Joko Widodo, Joko Widodo buruh yang punya'. Kemudian setelah itu Joko Widodo pun langsung bergerak merengsek kedepan podium sound system.

Namun ternyata Joko Widodo tidak bersedia untuk naik ke atas mimbar yang telah disediakan untuk memberikan statementnya. Selanjutnya, Jokowi tampak minta maaf kepada Presiden KSPSI Andi Gani Nuawea SH yang telah menantinya diatas mimbar. Setelah itu Joko Widodo langsung mengatakan permintaan ma'afnya kepada seluruh para buruh, "maaf saya tidak bisa naik keatas podium, karena saya akan keluar untuk menuju ke tanah abang guna mengikuti acara lomba gali kubur Se-DKI Jakarta," ujarnya.

Kehadiran Joko Widodo sesaat di depan para pendemo, membuat bahagia para buruh. Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, ada juga para buruh yang meminta berfoto kepada Joko Widodo, serta Jokowi pun sempat juga berjabat tangan dengan para buruh yang telah lama menantinya diluar.

Selanjutnya, karena mobil Kijang Innova Joko Widodo telah menantinya, kemudian ia pun langsung bergegas meningalkan para buruh. Saat akan meninggalkan para buruh, Joko Widodo menolak berkomentar dan hanya mengatakan, "nanti Pak Ahok yang akan berbicara dengan para buruh, saya mau ke tanah abang dulu," ujarnya singkat.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo Buruh
 
Penahan 3 Mahasiswa Undip Diharapkan Diselesaikan Melalui Restorarive Justice
 
Satuan Pamwal Ditlantas Polda Metro Lakukan Pengamanan Demo Buruh dengan Cara Ini
 
Temui Massa Aksi Demo, Sufmi Dasco Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh
 
Buruh Akan Tetap Demo Besar-besaran 30 April Kepung DPR, Gak Peduli Pandemi Covid-19
 
Rizal Ramli: Wasit Tidak Adil, Perlu Audit Forensik Komputerisasi KPU dan Bisa Kena Pidana 4 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]