Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Jerman
Jerman akan Tambah 100 Tank Leopard
Saturday 11 Apr 2015 13:12:31

Pembelian 100 unit tank Leopard 2 akan menambah jumlah tank militer Jerman menjadi 328 unit.(Foto: Istimewa)
JERMAN, Berita HUKUM - Pemerintah Jerman berencana membeli kembali 100 tank yang sempat dijual ke industri pertahanan. Langkah itu ditempuh di tengah laporan bahwa NATO sepakat menggandakan kekuatan guna menghadapi krisis di Ukraina. Sebagaimana dikatakan juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, Jens Flosdorff, pihaknya akan membeli kembali 100 unit tank Leopard 2 dari industri pertahanan.

Tank-tank tersebut selama ini disimpan di gudang dan tak pernah dipakai dalam pertempuran. Perangkat pertahanan itu dijual empat tahun lalu sebagai bagian dari pemangkasan anggaran militer setelah Perang Dingin.

Biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli 100 tank tersebut mencapai 22 juta euro atau setara dengan Rp300,7 miliar. Dana itu amat mungkin belum mencakup biaya modernisasi tank yang akan dimulai pada 2017 mendatang.

Pembelian itu akan menambah jumlah tank yang dimiliki militer Jerman menjadi 328 unit.

Dengan penambahan tank, menurut Flosdorff yang mengonfirmasi laporan majalah Der Spiegel, Jerman harus bisa memastikan dapat memobilisasi pasukan ke lokasi yang tepat dan dalam waktu yang singkat.

Rencana Jerman mengemuka di tengah laporan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hendak menciptakan unit pasukan reaksi cepat guna menghadapi krisis di Ukraina. Para menteri negara anggota NATO juga sepakat menggandakan jumlah pasukan.

Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa NATO akan merespons lebih jauh konflik di Ukraina yang juga melibatkan Rusia.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Jerman
 
Ratusan Pelaku dalam Skandal Pelecehan Gereja Katolik Jerman Terungkap
 
Ratusan Ribu Pencari Suaka Menghilang di Jerman
 
Jerman Kirim Balik Migran ke Austria
 
Ribuan Migran Tiba di Jerman dan Austria
 
Jerman akan Tambah 100 Tank Leopard
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]