Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pancasila
Jenderal Gatot: Pancasila Hadiah Umat Islam untuk Indonesia
2017-10-07 19:52:48

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didapuk sebagai pembicara pengajian bulanan digelar PP Muhammadiyah, dengan tema "Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa".(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo mengatakan, Pancasila, Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan sebuah hadiah terbaik Umat Islam untuk NKRI. Bukan tanpa sebab, Gatot melanjutkan, Pancasila merupakan produk dari pemikiran-pemikiran para ulama terdahulu untuk merumuskan dasar negara, termasuk Undang-Undang Dasar 1945.

"Dalam merumuskan ini, pembuka Undang-Undang Dasar 45 pun bahasanya berkat rahmat Allah yang maha kuasa, punya siapa itu? Islam," ujar dia dalam acara pengajian bulanan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62 Jakarta pada, Jumat (6/10).

Pengajian yang bertemakan "Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa" tersebut, Jenderal Gatot mengatakan, kemerdekaan Indonesia pun merupakan bagian besar dari perjuangan para Kyai yang memimpin dan menyatukan kekuatan Indonesia. Kyai, kata dia, mengambil andil memobilisasi perjuangan kemerdekaan, bahkan saat itu Tentara Indonesia pun belum ada.

Jenderal Gato juga menjelaskan, kelahiran Tentara Nasional Indonesia pun tidak terlepas dari peran besar umat Islam. Masa Kemerdekaan, Umat Islam yang menjaga kedaulatan adalah cikal bakal lahirnya Tentara Indonesia.

"Tentara asal usulnya berasal dari umat islam, sudah pasti itu, dari mana lagi? dalam konteks kedaulatan ini, para pejuang tersebut berpikir bahwa kita dalam menjaga kedaulatan harus membuat rambu-rambu, sehingga dibentuk BPUPKI yang isinya kyai juga," ujar dia lagi.

Oleh karena itu, kata dia, jangan sampai ada sekelompok yang merasa paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Sebab, kata dia, fakta tak terpisahkan andil besar umat islam dalam kemerdekaan Indonesia tidak bisa terbantahkan lagi. "Jadi, jaman sekarang ini jangan sok-sokan seolah-olah dia yang memerdekakan bangsa ini," kata dia.

Sebab itulah, lanjut Gatot, apa yang menjadi landasan Indonesia saat ini, yakni Pancasila merupakan wujud umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia mampu melindungi, dan menangi agama lainnya di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Barang siapa yang akan merubah Pancasila, kata dia, berarti menginginkan perpecahan Indonesia. "Umat islam menaungi melindungi agama lainnya dengan membuat ketuhanan yang maha Esa. jangan dirubah lagi, itu warisan," ujar dia.(sw/ay/republika/bh/sya)


 
Berita Terkait Pancasila
 
Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]