Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Mudik
Jelang Idul Fitri, FKUB Banten Imbau Masyarakat Tetap Sholat di Rumah dan Tidak Mudik
2020-05-22 13:48:53

Wakil Ketua FKUB Banten, KH.Ahmad Imron (tengah).(Foto: BH /mos)
BANTEN, Berita HUKUM - Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron mengimbau semua pihak khususnya masyakarat Banten, agar tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Pria yang biasa disapa Gus Imron ini menekankan, masyarakat sebaiknya mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap menjalankan ibadah di rumah masing-masing. Hal tersebut, kata dia, penting untuk diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran wabah yang telah merenggut ribuan nyawa penduduk Indonesia tersebut.

"Karena ajaran agama menjelaskan tentang mencegah kerusakan harus didahulukan ketimbang menghadirkan kebaikan, hal-hal yang baik menurut masyarakat dari sisi agama, dampak sosialnya belum tentu baik juga bagi masyarakat. Jadi kita harus mendahulukan pencegahan dibandingkan menghadirkan kebaikan, ini berlaku untuk misalnya sholat di rumah saja, sholat di masjid baik tapi kalau kemudian sholat di Masjid, semakin tersebarnya Covid-19, yang sehat malah terpapar oleh orang yang sakit itu dampaknya akan lebih buruk. Maka pilihan sholat di rumah jauh lebih aman, jangan sampai terpapar Covid-19. Ini pun juga dengan hal-hal lainnya," kata Gus Imron, Jumat (22/2).

Terlebih, jelang perayaan Idul Fitri dalam waktu dekat ini, Gus Imron yang juga pengurus PWNU Banten itu pun berharap masyarakat cukup melangsungkan Sholat Ied di rumah.

"Negara sudah menginstruksikan dari sudut pandang agama dan fatwa sudah sangat jelas juga terkait dengan sholat Idul Fitri, baiknya di rumah saja. Yang kita harus dahulukan adalah kesehatan masyarakat. Itu jauh lebih penting dibandingkan memaksakan pelaksanaan agama dengan nafsu bukan dengan ilmu. Ini dampaknya akan bahaya. Beragama itu harus dengan akal dan nalar yang sehat bukan dengan nafsu membabi buta," ujar pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah ini.

Selain itu, dia menyebutkan tradisi masyarakat pada jelang dan saat Idul Fitri yaitu mudik dan mengunjungi sanak saudara, agar tidak dilakukan.

"Mengajak sekaligus mengimbau masyarakat pada tahun ini sebaiknya tidak mudik dan dirumah saja bersama keluarga tercinta. Silaturahmi bisa diacarakan secara online atau melaui medsos," tandasnya.(bh/mos)


 
Berita Terkait Mudik
 
Mudik Lebaran 2024, Korlantas: 429 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan
 
Gelar Rakor Lintas K/L, Polri Pastikan Mudik-Balik Lebaran 2024 Berjalan Aman dan Nyaman
 
Kemenhub Diingatkan Agar Mudik Lebaran 2023 Harus Lebih Lancar dan Terkendali
 
Buka Rakernis Korlantas, Kapolri: Wujudkan Mudik 2023 Aman hingga Tingkatkan Pelayanan Publik
 
Kapolri Lepas 11.300 Peserta Mudik Gratis Polri 2022 Tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah-DIY dan Jawa Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]