Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
Jelang HUT TNI ke-71 Panglima TNI Bersama Wapres Nonton Pagelaran Wayang Orang
2016-10-03 08:58:44

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangan pers sebelum masuk menyaksikan pentas wayang orang Satha Kurawa di TIM, Jakarta Pusat, Minggu malam (2/10).(Foto: BH /yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tema HUT TNI ke-71 Bersama Rakyat TNI Kuat, tetapi tahun ini TNI lebih memilih mendekatkan diri kepada rakyat melalui seni dan budaya, dengan menggelar pementasan Wayang Orang Satha Kurawa di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu malam (2/10). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir untuk nonton bareng pada acara tersebut.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, "bahwa kegiatan itu dilakukan di semua komando utama (kotama). Namun kegiatannya beragam dan melibatkan masyarakat disesuaikan dengan tema TNI yaitu 'Bersama Rakyat, TNI Kuat, Hebat, dan Profesional," ujarnya, sebelum memasuki gedung teater TIM kepada awak media.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, perayaan HUT ke-71 TNI tahun 2016 nanti tidak akan ada gelar upacara besar-besaran, seperti Parade dan Defile serta pengerahan Alutsista TNI. Meskipun tidak melakukan upacara besar-besaran, tetapi TNI tidak melupakan rakyat. "Tetap menggandeng rakyat dalam perayaan HUT TNI, dengan menggelar wayang orang yang berjudul Satha Kurawa," ujarnya.

Gatot mengatakan saat ulang tahun TNI di tahun 2015, suguhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) dipertontonkan. Sedangkan, untuk ulang tahun TNI tahun ini Gatot menyebut kegiatan yang melibatkan masyarakat lebih diutamakan.

Panglima TNI juga menyatakan bahwa, pagelaran wayang orang ini merupakan kolaborasi TNI dengan rakyat yang melibatkan seniman, tokoh masyarakat, artis ibu kota, anak-anak dan pemuda sebagai generasi penerus bangsa serta prajurit TNI dari pangkat Kopral sampai Jenderal.

"Dan selanjutnya sesuai dengan visi presiden yaitu kita lanjutkan bangsa yang berkepribadian berkebudayaan maka TNI beserta masyarakat, ada budayawan, ada artis, ada anak-anak, ada pemuda. Bersama TNI melaksanakan wayang orang dengan judul Sata Kurawa," kata Gatot.

Gatot menyebut pagelaran wayang orang bertajuk Sata Kurawa dimaksudkan agar kehidupan gotong royong terus menjadi budaya Indonesia.

"Tujuannya adalah bangsa ini bangsa yang hidup dengan cara gotong royong, silakan cari bahasa gotong royong di bahasa lain, tidak ada. Karena bangsa ini adalah bangsa yang mempunyai aliran darah gen patriot. Karena kita dari Sabang sampai Merauke mempunyai tarian perang khas tiap suku dan mempunyai senjata. Maka harus kita kembalikan lagi budaya gotong royong ini untuk mengembalikan bangsa ini," ucapnya.

Tentang cerita Sata Kurawa, Gatot menyebut pemilihan cerita itu menarik dari sisi perdamaian yang harus diwujudkan untuk menghindari peperangan.

"Sata Kurawa ini ceritanya menarik berawal dari karena sakit hati serorang wanita menimbulkan dendam, kemudian bertekad untuk membunuh semua keturunan dari orang yang dia dicintai tapi tidak bisa dia miliki. Dan kemudian dari itu penuh dengan tipu daya. Perang memang penuh dengan siasat tapi yang jelas menyebabkan dendam ini perang Baratayuda, perang yang besar-besaran antara Kurawa dengan Pandawa. Dan akhirnya yang hidup hanya sedikit. Yang akhirnya perang yang menang maupun kalah pasti menderita, dan mengalami kerugian yang berkepanjangan. Untuk itu kita perlu mewujudkan perdamaian agar tidak terjadi perang dan prajurit berperang hanya untuk negara," pungkas Jenderal Gatot.(bh/yun)


 
Berita Terkait TNI
 
• Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
 
• Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
 
• Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
 
• Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
 
• Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]