Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Walhi
Jejak Lingkungan Selembar Kertas
Sunday 21 Sep 2014 03:14:46

Ilustrasi. Tidak saja menyebabkan kebakaran hutan dan asap dalam mendapatkan bahan baku, Industri Pulp dan Kertas juga menghancurkan sungai dalam proses produksinya.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Keberadaan Industri pulp dan kertas menjadi salah satu sektor yang berkontribusi atas kebakaran hutan dan asap di Indonesia. Dalam kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera Selatan tahun 2014, Walhi Sumatera Selatan menemukan 274 titik api (hotspot) terdapat di wilayah konsesi Asian Pulp and Paper (APP). APP (Sinarmas Group) mempunyai 7 perusahaan perkebunan kayu (HTI) di Sumatera Selatan dengan luas konsesi 792.135 Ha untuk bahan baku industri pulp dan kertas.

Selain masalah kebakaran hutan dan asap, industri pulp dan kertas juga berkontribusi atas terjadinya pencemaran sungai dalam proses produksinya, seperti yang terjadi di Sungai Ciujung, provinsi Banten. Pembuangan limbah cair dan padat ke sungai menjadi penyebab utama pencemaran. Limbah cair PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Kab. Serang yang berdiri sejak tahun 1992 (Sinarmas Group) berkontribusi paling besar atas tercemarnya Sungai Ciujung.

Kurniawan Sabar menerangkan, “Sungai Ciujung yang melintas di tiga kabupaten; Pandeglang, Serang, dan Lebak telah menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, pemanfaatan sungai Ciujung sangat dipengaruhi tidak saja oleh aktifitas keseharian masyarakat. Aktifitas industri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung telah memberikan dampak signifikan atas perubahan kondisi sungai. Sehingga, sungai Ciujung sebagai harta sosial dan budaya secara perlahan berubah menjadi media pembuangan limbah industri.”

Selaku Manager Kampanye WALHI Eknas, Kurniawan menjelaskan, “Pencemaran sungai Ciujung terungkap dalam dokumen audit lingkungan PT. IKPP. Audit lingkungan ini mencakup kualitas air sungai, tapak fisik pabrik, serta ketidaktaatan terhadap peraturan dan perizinan. Penetapan Audit Lingkungan Hidup Wajib Kegiatan PT.IKPP Serang berdasarkan surat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) No. B-6585/Dep.I/LH/07/2011 tanggal 21 juli 2011. PT. IKPP memberikan kontribusi beban pencemaran ke sungai Ciujung sebesar 83,92%. Jika pencemaran ini terbukti disengaja, terencana, dan tanpa dasar pertimbangan kuat tentang dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya, maka tindakan PT. IKPP telah mengarah pada kejahatan korporasi (corporate crime)”.

Dalam Laporan Audit Lingkungan Hidup Wajib PT. IKPP, halaman (x) tentang Ketidaktaatan PT. IKPP Serang poin (1) tercantum bahwa “PT. IKPP serang sebagai penghasil limbah cair belum menjaga ekosistem sungai Ciujung yang turun akibat buangan limbah cair dari PT. IKPP Serang yang memberikan kontribusi beban pencemaran sebesar 83,92%.”

Dalam dokumen ini juga dijelaskan, PT. IKPP Serang sudah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran melalui penggunaan 3 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, upaya ini belum optimal karena ada persyaratan lain yang belum dilakukan yaitu disediakannya emergency pond. Selain itu, belum ada upaya pemulihan kualitas lingkungan yang dilakukan PT. IKPP Serang.

Menurut Adi, masyarakat DAS Ciujung “air sungai Ciujung sudah tercemar, air sungai menjadi hitam dan mengeluarkan bau busuk menjelang musim kemarau. Masyarakat DAS Ciujung di beberapa tempat seperti Pontang, Tirtayasa, dan Tenara merasakan dampak langsung. Banyak yang akhirnya kesulitan menghidupi keluarga karena mata pencaharian sebagai nelayan, petani, dan petambak sangat terganggu akibat tercemarnya sungai Ciujung. Wajar saja, karena aktivitas mereka sangat bergantung pada sungai Ciujung.”

Keadaan ini menggambarkan bahwa industri sektor hulu dan hilir yang bergerak di bidang pulp dan kertas di Indonesia berkontribusi cukup besar atas kerusakan ekologi dan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Sampai Agustus 2014, belum ada informasi atau laporan resmi kepada masyarakat terkait upaya pemulihan lingkungan oleh PT. IKPP Serang. Meskipun diamanahkan bahwa upaya pemulihan dapat dilakukan bersama Pemerintah Daerah. Upaya pemulihan Sungai Ciujung harus segera dioptimalkan demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.(wlh/bhc/sya)


 
Berita Terkait Walhi
 
Pengadilan Negeri Medan tidak mempertimbangkan hubungan antara objek sengketa Kementerian LH dan dampak kerusakan dalam Gugatan Intervensi WALHI
 
Release WALHI Sulawesi Tengah atas Upaya Kasasi di Mahkamah Agung
 
Tanpa Mengoreksi Kebijakan Pembangunan, Pemerataan hanya Jargon
 
Tinjauan Lingkungan Hidup WALHI 2015: Menagih Janji, Menuntut Perubahan
 
Aktivis Bentangkan Spanduk Raksasa di Kantor Pusat BHP Billiton Meminta Batalkan Tambang Batubara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]