Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kasus Penggelapan Uang
Jangan Kriminalisasi Kasus Rektor Universitas Muhammadiyah Buton
2016-08-23 06:17:38

Suriadi SP MM sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Buton.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Maufi Madra melaporkan Suriadi SP MM selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), salah satu Universitas terkemuka dan maju di Kota Baubau Sulawesi Tenggara yang telah berdiri sejak tahun 2001, diduga menggelapkan dana umroh.

Laporan Maufi Madra ke Polres Baubau berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/103/III/2016/sultra/res baubau tertanggal 7 Maret 2016. Surat perintah penyidikan Polisi langsung direspon pada hari itu juga.

Menurut Peraturan Kapolri No.14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan dijelaskan, ketika ada laporan Polisi terlebih dulu wajib dilakukan penyelidikan berupa undangan klarifikasi dari pihak terlapor.

Terkait hal tersebut, diduga ada upaya kriminalisasi dalam kasus laporan dugaan korupsi ini. Mengapa pihak Polres Baubau begitu responsif terhadap laporan tersebut.

Forum Pemerhati Hukum Kota Baubau mengadakan aksi demo, menuntut pihak Polres Baubau agar jangan melakukan kriminalisasi terhadap kasus Rektor Universitas Muhammadiyah Buton.

"Kasus Kriminalisasi Rektor Universitas Muhammadiyah Buton merupakan tindakan kurang professional Polres Baubau," ujar Koordinator Aksi, Erwin, Senin (22/8).

Maufi Madra melaporkan penggelapan dana umroh yang dilakukan Rektor Universitas Muhammadiyah Buton tidak mendasar. Terkait dana umroh, pihak universitas mendapat dana dari reward Bank Muamalat, dimana pihak bank memberikan penghargaan pada UMB sebagai nasabah terbaik.

"Terkait siapa saja yang hendak diberangkatkan umroh adalah kewenangan Rektor UMB. Nah, sekarang bisa nggak penyidik membuktikan itu bagian dari penggelapan," paparnya.

Status pelapor bukan sebagai pegawai atau karyawan di lingkungan universitas, jadi ini kan delik aduan, kenapa Polres tidak klarifikasi dulu.

Sementara itu, Kapolres Baubau dan Kasat Reskrim saat ditelpon untuk konfirmasi mengenai hal ini tidak dapat dihubungi.(bh/as)


 
Berita Terkait Kasus Penggelapan Uang
 
• Jangan Kriminalisasi Kasus Rektor Universitas Muhammadiyah Buton
 
• Oknum Petugas dan Relawan Terindikasi Telibat Penggelapan Bantuan Muslim Rohingya
 
• Kasus Penggelapan Kades Siumbatu Lambat, Warga Lapor Propam Polda Sulteng
 
• PT Solid Black Gold Digeledah, Ravi Ungkapkan Ada Upaya Kriminalisasi
 
• Meilisa Terpidana Kasus Rp 68 Miliar Diringkus Tim Kejaksaan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]