Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Jaksa Agung
Jaksa Agung Siap Dievaluasi Presiden SBY
Thursday 13 Oct 2011 22:24:18

Jaksa Agung Basrief Arief (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Tidak adanya prestasi besar selama memimpin Kejaksaan Agung (Kejagung), ternyata sangat disadari Jaksa Agung Basrief Arief. Ia pun siap dievaluasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rencana perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Besaru (KIB) Jili II tersebut.

Kesiapan untuk dievaluasi itu disampaikan Jaksa Agung Basrief Arief kepada wartawan di gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (13/10). Menurut dia, dirinya tak pernah mempermasalhkan posisinya dicopot kapan saja. “Setiap saat, saya sebagai pejabat harus siap (dicopot). Namanya pejabat ya tidak ada masalah (kalau dicopot kapan saja)," ujar Basrief.

Sebelumnya, desakan evaluasi terhadap Jaksa Agung Basrief Arief ini muncul dari anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudding. Ia mengharapkan presiden tidak hanya mereshuffle para pembantunya di kementerian, tapi pejabat yang memimpin institusi penegak hukum, seperti kejaksaan Agung.

Alasannya, kata dia, banyak kasus dugaan korupsi yang mangkrak di Kejagung tanpa ada kejelasan. Bahkan, selama menjadi jaksa agung sama sekali tidak ada gebrakan yang fenomenal. Bahkan, banyaknya kasus korupsi yang ditangani kejaksaan kandas di Pengadilan Tipikor, Basrief sama sekali tak bereaksi.

Basrief, lanjut Sudding, selama meimpin Kejagung juga tidak terlihat serius melakukan reformasi birokrasi. Atas dasar penilain itulah, Basrief pantas dievaluasi untuk diganti calon pimpinan yang mengusung reformasi dan semangat transparasi dalam pengungkapan penanganan kasus korupsi yang banyak tak tertangani dengan tuntas di korpsnya tersebut.

Atas usulan Sudding tersebut, Koordinator IPW Neta S Pane mendukung penuh. Apalagi merujuk konflik soal SPDP Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary yang menunjukan Polri dan Kejagung tidak dewasa, sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat. “IPW juga mendesak Presiden SBY melakukan evaluasi terhadap pimpinan kejaksaan dan kepolisian,” tandasnya.(tnc/bie)


 
Berita Terkait Jaksa Agung
 
• Ini Kata Kapuspenkum Terkait Dugaan KTP Ganda Jaksa Agung
 
• Komisi III DPR RI Sorot Kasus Impor Baja, Kejaksaan Agung Diwarning Jangan Tebang Pilih
 
• Menang Praperadilan Berkali-kali, Kepemimpinan Jaksa Agung Dipuji
 
• Dinobatkan sebagai Jaksa Agung Terbaik, Pengamat Minta ST Burhanuddin Tak Terlena karena Pujian
 
• Jaksa Agung Keluarkan SEJA Ditengah Pandemi Covid-19
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]