Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Jaksa Agung
Jaksa Agung Mengirim Tim Khusus ke Belanda Membahas ARO
Monday 04 Mar 2013 15:37:58

Gedung Kejaksaan Agung RI.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait rencana pembentukan Asset Recovery Office (ARO) atau Pusat Pemulihan Asset di bawah Kejaksaan RI, Jaksa Agung RI akan segera mengirimkan tim khusus ke negeri Belanda.

Tim khusus yang akan berangkat ini dipimpin Kepala Biro Hukum Kejaksaan Agung RI. Di Belanda tim khusus akan melakukan serangkaian kunjungan ke Kejaksaan Agung Kerajaan Belanda, Kementerian Kehakiman serta beberapa instansi penegak hukum lainnya untuk melakukan pembicaraan lebih detil terkait bantuan ahli serta dukungan pembentukan ARO di bawah Kejaksaan Agung.

"Keberangkatan tim ini adalah bagian dari tindak lanjut Letter of Intent mengenai Legal CooperationActivities yang telah ditandatangani oleh Jaksa Agung Basrief Arief dan Jaksa Agung Kerajaan Belanda His Excellecy Herman Bohlhaar, tanggal 29 Oktober 2012 di Bangkok Thailand," papar Ketua Satgassus Barang Rampasan dan Sita Eksekusi Kejaksaan Agung RI, Chuck Suryosumpeno, Senin (4/3).

Sebelumnya pada bulan Desember 2012 lalu, Kejaksaan Agung RI, telah berhasil mengirimkan sejumlah Jaksa senior untuk belajar ke BOOM (Beureu Ontenemingswetgeving Openbaar Ministerie) atau Biro Perampasan Asset Hasil Kejahatan yang berada di bawah Kejaksaan Agung Kerajaan Belanda.

Chuck menegaskan bahwa Pimpinan Kejaksaan RI memilih untuk bekerja sama dengan Kejaksaan Agung Kerajaan Belanda, mengingat kedua negara memiliki kesamaan dalam sistem hukum. Selain itu, Kejaksaan Belanda telah berhasil dengan BOOM-nya dan berbagai negara di belahan dunia ini belajar dari BOOM.

"BOOM menjadi salah satu core model bagi Pusat Pemulihan Asset yang akan berdiri nantinya dan para Jaksa yang telah magang di Belanda beberapa waktu lalu akan bekerja dan mengabdi secara penuh untuk Pusat Pemulihan Asset tersebut," jelas Ketua Satgassus Barang Rampasan dan Sita Eksekusi Kejaksaan Agung RI.

Salah seorang ahli asset recovery Indonesia dari Pusat Kajian Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, Dr (Ph.D) Ferdinand T Andi Lolo, SH LLM, sangat mendukung pendirian dan keberadaan ARO di bawah Kejaksaan Agung.

Ferdinand tercatat telah menjadi tenaga ahli khusus program pembentukan Pusat Pemulihan Asset pada Satgassus Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi Kejaksaan Agung RI, yang telah eksis sejak 2010 lalu.

"Kejaksaan telah memiliki Satgassus Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi yang dibentuk tahun 2010 dan dalam periode 2011 hingga Desember 2012 lalu, telah berhasil merampas dan melakukan kegiatan sita eksekusi hingga Rp 1,2 Triliun. Jelas kalau Satgassus ini dinaikkan menjadi ARO atau Pusat Pemulihan Asset, maka saya sangat yakin, prestasinya akan lebih menggeliat lagi," papar Ferdinand.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Jaksa Agung
 
Ini Kata Kapuspenkum Terkait Dugaan KTP Ganda Jaksa Agung
 
Komisi III DPR RI Sorot Kasus Impor Baja, Kejaksaan Agung Diwarning Jangan Tebang Pilih
 
Menang Praperadilan Berkali-kali, Kepemimpinan Jaksa Agung Dipuji
 
Dinobatkan sebagai Jaksa Agung Terbaik, Pengamat Minta ST Burhanuddin Tak Terlena karena Pujian
 
Jaksa Agung Keluarkan SEJA Ditengah Pandemi Covid-19
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]