Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
UU ITE
Jack Boyd Lapian: Berkas Perkara Tersangka AD Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan
2018-03-29 22:46:08

Jack Boyd Lapian.(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pelapor Jack Boyd Lapian mendapat informasi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) dikabarkan telah melimpahkan berkas perkara dugaan ujaran kebencian dengan tersangka AD (Ahmad Dhani) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Jack, perkara musisi AD asal Surabaya itu telah teregistrasi di pengadilan dan siap disidangkan.

"Saya informasi dari jaksa bahwa berkas perkara ujaran kebencian dengan tersangka AD sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," ujar Jack kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (29/3).

Ia yakin proses hukum di pengadilan akan berjalan sesuai harapan. Karena pasal yang ia sangkakan kepada AD merupakan pasal tunggal yakni Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sehingga, jaksa bisa lebih fokus mendakwa.

"Pasal 28 Ayat (2) itu, tersangka pelanggaran bisa dipidanakan dengan ancaman 6 tahun penjara," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya tak gentar dengan sejumlah pengacara yang siap mendampingi AD di persidangan. Ia yakin siapapun termasuk AD apabila bersalah tetap bisa dijerat hukum.

"Kita siapa yang mengawal kasus AD. Kita hadapi saja, sebab negara kita ini kan, negara hukum dan akan kita buktikan dalam proses penyelesaian kasus AD," ucapnya.

Diketahui, AD dilaporkan Jack Boyd Lapian atas dugaan ujaran kebencian, melalui akun media sosial Twitter. Ia dijerat Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Polisi sendiri telah menetapkan AD sebagai tersangka pada 23 November 2017 lalu.(bh/as)


 
Berita Terkait UU ITE
 
MK Kabulkan Gugatan Uji Materiil Pasal Berita Bohong, Haris Azhar: Sempat Merasa Ironi
 
UU ITE Disahkan, Perkuat Jaminan Penghormatan Hak dan Kebebasan Orang Lain
 
Dewan Pers: Revisi Kedua UU ITE Ancam Kemerdekaan Pers
 
Laporkan Politisi Romy ke Polisi karena Dituding Penipu, Erwin Aksa: Saya Enggak Kenal
 
Pengacara Gubernur Papua Dilaporkan ke Badan Intelijen Negara dan Polri terkait Berita Hoax
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]