Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
Israel Terima Usulan Gencatan Senjata
Tuesday 15 Jul 2014 22:23:07

Pasukan artileri Israel menembak sasaran di Gaza. Serangan udara Israel di Gaza berlangsung sejak delapan hari lalu.(Foto: twitter)
PALESTINA, Berita HUKUM - Israel telah menerima usulan pemerintah Mesir untuk memulai gencatan senjata di Gaza. Hamas, yang menguasai wilayah Gaza, belum mengeluarkan respon resmi mengenai usulan Mesir tersebut. Tetapi sayap militer Hamas telah menolak rencana tersebut dan menilainya sebagai sikap menyerah.

Mesir mengeluarkan kerangka kerja untuk gencatan senjata yang memungkinkan gencatan senjata bisa diterapkan mulai Selasa (15/7)

Proposal tersebut mendesak gencatan senjata secepatnya, menyusul rangkaian pertemuan tingkat delegasi tingkat tinggi di Kairo yang dihadiri kedua pihak.

Pejabat Palestina mengatakan setidaknya 192 orang tewas dalam serangan udara Israel sejak delapan hari lalu untuk menghentikan militan menembakkan roket kearah Israel.

PBB memperkirakan tiga perempat korban merupakan masyarakat sipil.

Sedikitnya 1.400 warga Palestina mengalami luka-luka. Sementara dari pihak Israel empat orang terluka parah sejak kekerasan terjadi, tetapi tidak ada korban tewas.

Persetujuan terhadap usulan Mesir tersebut diambil dalam rapat kabinet Israel yang dipimpin oleh PM Benjamin Netanyahu, Selasa pagi.

Wartawan BBC Kevin Connolly mengatakan tidak ada 'kejutan' dalam proposal tersebut, sama seperti penyelesaian konflik lainnya. Tetapi tidak ada jaminan, usulan tersebut akan dijalankan.

Saat ini, sumber Hamas mengatakan serangan akan lebih intens kecuali Israel membebaskan tahanan dan bekerja sama dengan Mesir untuk mencabut pembatasan ekonomi di Gaza.

Muncul tekanan yang makin besar terhadap Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, untuk menyetujui gencatan senjata, setelah pecah kekerasan di Gaza dalam sepekan terakhir.

Pemerintah Mesir telah mengeluarkan kerangka kerja yang memungkinkan gencatan senjata bisa diterapkan mulai Selasa (15/7), namun Hamas dilaporkan belum sepenuhnya menyepakati kerangka tersebut.

Sebelumnya para diplomat Uni Eropa mendesak kedua pihak berupaya semaksimal mungkin memberlakukan gencatan senjata.

Israel sementara itu terus melanjutkan serangan udara dan Hamas menembakkan roket-roket ke wilayah Israel.

Militer juga menyiagakan ribuan tentara di dekat perbatasan, mungkin sebagai persiapan serangan darat.
Ribuan warga telah meninggalkan Gaza utara setelah Israel mengeluarkan selabaran tentang akan adanya serangan ke wilayah tersebut.

Sementara itu serangan Hamas ke Israel sejauh ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Eskalasi kekerasan terbaru dipicu oleh pembunuhan tiga remaja Israel Juni lalu dan tewasnya seorang remaja Palestina di Jerusalem yang diduga sebagai balasan atas tewasnya remaja Israel tersebut.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]