Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
Israel Diminta Hentikan Penghancuran Rumah
Thursday 05 Dec 2013 06:34:52

Perluasan permukiman Israel melanggar hukum internasional, kata 36 organisasi HAM.(Foto: Ist)
PALESTINA, Berita HUKUM - Sejumlah 36 organisasi hak asasi manusia mendesak Israel untuk menghentikan penghancuran rumah-rumah warga Palestina menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry.

Organisasi HAM itu mengatakan sejak dibangkitkannya kembali perundingan damai bulan Juli lalu, Israel menghancurkan lebih dari 200 rumah di daerah yang diduduki, Tepi Barat.

Akibat penghancuran, lebih dari 300 warga Palestina kehilangan tempat tinggal dan lebih dari setengah di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.

Mereka mengatakan penghancuran rumah-rumah warga Palestina dilakukan untuk memperluas pemukiman Yahudi.

Perluasan permukiman Israel merupakan pelanggaran hukum internasional, kata 36 LSM itu.

"Sejak dipulihkannya perjanjian damai Juli lalu, Israel menghancurkan 207 rumah warga Palestina di daerah yang diduduki," seperti tertulis dalam pernyataan mereka.

"Penghancuran dilakukan untuk perluasan permukiman ilegal Israel, 60% penghancuran dilakukan di kawasan Tepi Barat, tempat yang ingin dijadikan Palestina sebagai negara suatu saat nanti."

Kerry tiba di Israel Rabu (4/12) untuk mencoba memulihkan lagi perundingan yang ditengahi Amerika, setelah mundurnya juru runding Palestina.

Palestina memprotes perluasan permukiman Israel dan menarik diri dari perundingan sebagai protes.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]