Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
Israel, Hamas Sepakati Gencatan Senjata 12 jam
Saturday 26 Jul 2014 23:22:15

Warga meninggalkan rumah setelah Israel mengebom kam pengungsi di Jalur Gaza.(Foto: twitter)
PALESTINA, Berita HUKUM - Israel dan Hamas telah mengatakan mereka menerima jeda kemanusiaan selama 12 jam di Gaza yang akan berlaku hari ini (26/7). Gencatan senjata itu akan dimulai pada pukul 08:00 waktu setempat (11:00 WIB). Upaya untuk menegosiasikan gencatan senjata selama tujuh hari masih berjalan.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia masih percaya diri bahwa gencatan senjata yang lebih panjang akan terjadi, meski Israel telah menolak satu proposal.

Lebih dari 800 orang warga Palestina, sebagian besar warga sipil dan 36 orang warga Israel meninggal dunia sejak konflik dimulai pada 8 Juli.

Seorang juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri, mengatakan ada "konsensus nasional terhadap gencatan senjata kemanusiaan...selama 12 jam pada hari Sabtu."

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi gencatan senjata itu di Twitter tapi mengatakan mereka akan terus "melacak dan menetralkan terowongan teror."

"Kami akan merespon jika teroris memilih untuk mengekploitasi jeda ini untuk menyerang personil IDF atau menembak warga sipil Israel," kata IDF dalam pernyataan.

Konfirmasi mengenai gencatan senjata ini datang setelah Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon memperingatkan bahwa operasi darat di Gaza akan segera diperluas "dengan signifikan."

Sementara, korban tewas di pihak Palestina mencapai lebih dari 800 orang setelah militer Israel melanjutkan pengeboman dan serangan udara atas Gaza.

Di pihak Israel korban tewas 34 orang, 32 di antaranya adalah tentara. Seorang warga negara Thailand juga menjadi korban di Israel.

Korban terus bertambah seiring dengan berlanjutnya operasi militer Israel yang telah memasuki hari ke-18. Pada hari Kamis, sekolah PBB di Gaza menjadi sasaran serangan Israel yang menewaskan 15 orang.

Serangan ini membuat marah warga Palestina dan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, yang menyebut jatuhnya korban sebagai "sama sekali tidak bisa diterima".

Pejabat senior PBB di Gaza mengatakan 150.000 orang, sekitar delapan persen dari seluruh populasi, kini tinggal di sekolah-sekolah PBB. Ia mendesak semua pihak menghormati netralitas PBB setelah sekolah PBB dibom.

Pemakaman atas sepuluh 10 korban pengeboman atas sekolah PBB dilakukan hari Jumat (25/7).

Foto-foto dari pemakaman menunjukkan para peziarah yang menangis ketika jenazah bocah berusia satu tahun diusung dan dikebumikan.

Militer Israel menegaskan mereka tidak menjadikan sekolah ini sebagai sasaran. Mereka hanya mengatakan bahwa kelompok militan Hamas menembakkan roket dari wilayah tersebut.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Palestina
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]