Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Islam
Islam Berkemajuan Harus Dibaca Dengan Mindset Baru
Sunday 24 Jan 2016 19:14:54

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Rapat Kerja Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Memasuki fase baru di abad 21, Muhammadiyah-‘Aisyiyah menghadapi masa yang berbeda dari periode awal persyarikatan didirikan. Banyak hal kontras yang bisa diidentifikasi agar Muhammadiyah-‘Aisyiyah bisa tetap berkontribusi. Untuk membaca fase baru ini, Muhammadiyah-‘Aisyiyah harus memahami Islam Berkemajuan dan Gerakan pencerahan dengan “disket baru”. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Rapat Kerja Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu (16/1) lalu.

“Tidak mudah dalam mengubah mindset. Dari disket lama ke disket baru itu tidak gampang karena harus ada proses transformasi pemikiran dalam diri kita. Tapi jika tidak ada perubahan mindset, kita tidak akan ikut mengalami peradaban baru,” ujar Haedar.

Menurut Haedar, Islam Berkemajuan adalah bentuk reaktualisasi gerakan yang diterjemahkan dari pemikiran KH. Ahmad Dahlan untuk mencandra gerakan-gerakan baru. Haedar memandang reaktualisasi gerakan merupakan suatu keharusan. “Agar kita tahu posisi kita, wacana ideologi kita juga diubah mindsetnya. Kepribadian kita, matan keyakinan kita jangan dibaca dengan disket lama. Dalam posisi ini (fase abad 21) Muhammadiyah sebagai moderat.” Ujar Haedar.

Menurut Haedar, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengubah mindset tersebut. Di antaranya adalah membangkitkan kembali gerakan keilmuan. Haedar mengajak Muhammadiyah-‘Aisyiyah untuk kembali mulai membaca khasanah klasik. Haedar juga berharap Muhammadiyah-‘Aisyiyah menentukan sikap ideologi tengahan di tengah lalu lintas ideologi ekstrim yang ada.

“Muhammadiyah menolak radikalisme baik berbasis keagamaan atau bukan karena itu sering bersifat merusak kehidupan, tetapi kita juga ingin radikalisme dilawan dengan modersi, bukan radikalisme lain,” tandas Haedar.(Mids/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Islam
 
• Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung
 
• Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
 
• Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
 
• Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
 
• LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]