Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jaringan Teroris
Iriawan: Karena Melawan, Terpaksa Ditembak Mati
Sunday 06 Jan 2013 02:12:30

Sisa-sisa ceceran darah di teras masjid (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Drs. Mochamad Iriawan menerangkan Lima orang teroris yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso ditembak mati karena berusaha melawan saat hendak ditangkap di Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, pada Jumat (4/1) malam dan Sabtu pagi, "Karena melawan, terpaksa ditembak mati," kata Iriawan.

lanjutnya lagi bahwa penindakan terhadap lima orang tersangka tindak pidana terorisme yang melarikan diri dari Poso itu berlangsung di dua lokasi di Pulau Sumbawa, NTB.

Lokasi pertama, di kawasan perbatasan antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, namun masih dalam wilayah administrasi Kabupaten Dompu, tepatnya di Mangge Nae.

Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan penggerebekan di Mangge Nae, pada Jumat (4/1) sekitar pukul 18.00 Wita, dan menembak mati dua orang tersangka teroris, masing-masing Roy asal Makkassar dan Baktiar asal Bima, NTB.

"Keduanya melakukan perlawanan terhadap Tim Densus, sehingga terpaksa ditembak mati. Barang bukti yang disita berupa satu unit sepeda motor dan dua unit senjata api laras pendek masing-masing jenis FN dan Revolver," jelasnya.

Selanjutnya, ia mengemukakan, pada Sabtu (5/1) sekitar pukul 06.30 Wita, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan di tempat persembunyian tersangka tindak pidana terorisme lainnya di Dusun Kendai 2, Desa Bintek, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

"Namun, identitas ketiga orang itu belum diketahui karena tidak ada petunjuk identitas ditubuh mereka. Tidak ada kartu apa pun, sehingga masih perlu diidentifikasi oleh tim Densus Antiteror Mabes Polri untuk mengungkap identitas mereka," kata Kapolda.

Seperti dijelaskan pihak kepolisian bahwa dalam penggerebekan itu, tiga orang teroris DPO Poso ditembak mati karena melakukan perlawanan. Apalagi, salah seorang menggenggam senjata api dan memakai jaket bom sekaligus hendak meledakkan bom tersebut.(arr/mbs/bhc/mdb)



 
Berita Terkait Jaringan Teroris
 
• Iriawan: Karena Melawan, Terpaksa Ditembak Mati
 
• Polisi Tangkap Dua Terduga Pembantu Teroris
 
• Oknum Polisi yang Membantu Teroris Divonis Tiga Tahun Penjara
 
• Rencana Terorisme Terbesar di Perancis Dibongkar
 
• Mantan Asisten Noordin Bermain Lagi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]