Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pelayanan Masyarakat
Innalillahi.., Karena Ditolak di 40 RS, Bayi Ini Akhirnya Meninggal
Saturday 29 Nov 2014 22:37:22

Ilustrasi. Puluhan Pasien Terlihat Kesal Saat Menunggu Dokter Di Ruang Poli Klinik Diagnostik Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Selasa (24/9).(Foto: BH/kar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Nyawa seorang balita tidak tertolong setelah sejumlah rumah sakit di Jakarta, Depok, dan Bekasi menolak menangani penyakit sang bayi dengan berbagai alasan. Abbiyasa Rizal Ahnaf (2) pun mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Abbiyasa meninggal karena penyumbatan saluran pencernaan dan kondisinya terus melemah. Menurut ayah korban, M Edi Karno (29), anak keduanya itu membutuhkan fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan dokter spesialis bedah anak.

"Saya sudah coba menghubungi dan mendatangi seluruh rumah sakit yang ada di Jakarta, Depok, dan Bekasi, tapi mereka selalu bilang tidak ada fasilitas itu, dan penuh. Ada 40 Rumah Sakit yang sudah saya datangi," ujar Edi, Sabtu ujar Edi saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (29/11).

Warga Jalan SMP 160 RT 02 RW 05, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, itu menambahkan, dirinya tidak mempermasalahkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk mengobati putra kesayangannya tersebut.

"Saya enggak perlu BPJS. Enggak masalah, yang penting alat itu ada di rumah sakit akan saya bayar, asalkan anak saya dapat fasilitas PICU," tutur suami dari Nurhayati (30) itu.

Hingga akhirnya, Abbyasa dioperasi di Rumah Sakit Tarakan. Namun karena kondisi fisiknya sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya, Abbyasa meninggal dunia.

"Penyakitnya harus ditangani dengan cepat, ini sudah beberapa hari. Anak saya meninggal kemari pagi pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Tarakan," sesalnya.

Edi berharap kejadian ini tidak terulang kepada anak-anak di Indonesia, lantaran tidak ada fasilitas PICU di rumah sakit.

Selain itu, Edi berharap kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla agar mengontrol fasilitas seluruh rumah sakit di Indonesia.

"Berharap fasilitas di rumah sakit agar lebih lengkap, jangan hanya programnya saja yang digembor-gemborkan," pungkasnya.(ded/okezone/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pelayanan Masyarakat
 
• Kasus Penelantaran Pasien Terjadi Lagi, Kemenkes Tidak Belajar dari Kasus Sebelumnya
 
• Innalillahi.., Karena Ditolak di 40 RS, Bayi Ini Akhirnya Meninggal
 
• Pelayanan Medis RSUD Langsa 'Amburadul', Keluarga Pasien Mengeluh
 
• Petugas Medis Mogok Pelayanan Masyarakat Terhenti
 
• Kabupaten Gorontalo Miliki Kantor Pelayanan Pengaduan Masyarakat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]