Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Waralaba
Inilah Tips Untuk Memulai Kemitraan Waralaba
Sunday 02 Jun 2013 10:55:12

Ilustrasi, McDonald Kemang (Foto: BeritaHUKUM.com/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM – Strategi pengusaha untuk mengembangkan usahanya melalui kemitraan dengan sistem waralaba semakin menjamur di Indonesia, khususnya untuk usaha kuliner seperti makanan dan minuman mulai dari paket booth hingga berbentuk resto.

Namun, masyarakat yang ingin menjadi terwaralaba atau pihak yang mendapatkan hak untuk menjalankan usaha waralaba harus jeli melihat apakah usaha yang ditawarkan benar-benar mapan untuk diwaralabakan atau hanya sekadar business opportunity (BO).

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan saat ini banyak usaha yang sebetulnya belum sempurna, baik standarisasi maupun SOP yang ada tapi telah ditawarkan kepada masyarakat. Hal ini lah yang akhirnya membuat usaha tersebut tidak tahan lama.

Untuk itu Anang membeberkan beberapa tips yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum berinvestasi pada salah satu usaha yang ditawarkan agar tidak salah memilih usaha.

1. Investor haru menanyakan kapan usaha tersebut mulai berdiri dan mulai ditawarkan menjadi usaha waralaba.
2. Jika sudah diwaralabakan, tanyakan siapa terwaralaba pertamanya dan mintalah nomor kontaknya untuk menanyakan keberhasilan usaha yang dijalankan.
3. Perhatikan keunikan usaha tersebut, sebab hal ini menjadi nilai tambah di tengah persaiangan usaha yang semakin ketat.
4. Tanyakan omset yang diraih, lalu analisa penjualan rata-rata yang sudah berjalan, baik secara triwulan dan tahunan. Bila grafiknya menanjak berarti usahanya prospektif.

“Kalau mereka tidak mau menyampaikan hal yang ditanyakan tersebut, maka itu bukan usaha waralaba tapi BO, dan usahanya bisa dikatakan belum mapan,” ujarnya, seperti dikutip bisnis.com.

Untuk mendapatkan berbagai informasi serta peluang usaha bisnis waralaba dan BO, masyarakat bisa mengunjungi pameran waralaba terbesar di Indonesia, International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2013 di Jakarta Convention Center.

Direktur PT Debindo Mitra Dyantama Agus Riyadi mengatakan pameran yang diselenggarakan selama 31 Mei hingga 2 Juni ini diikuti oleh 179 peserta dengan membawa 300 merek dagang. Dari total tersebut, 36 diantaranya merupakan peserta dari luar negeri yang diwakili tujuh negara antara lain Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Filiphina, dan Macau.

IFRA yang mengambil tagline “Cara Mudah Jadi Pengusaha” ini diselenggarakan di Main Lobby, Plenary Hall. Agus mengatakan tema tersebut diambil dengan harapan pengunjung yang dapat dapat menemukan bisnis franchise yang cocok dan sesuai kebutuhan.(mfm/bhc/opn)


 
Berita Terkait Waralaba
 
• Inilah Tips Untuk Memulai Kemitraan Waralaba
 
• Perizinan Waralaba Bakal Diperketat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]