Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Penistaan Agama Islam
Inilah Orang Pembuat Film Anti Islam Itu
Monday 17 Sep 2012 21:22:26

Nakoula Basseley Nakoula bersama dengan aktris Anna Gurji, disela syuting film ‘Innocence of Muslims' (Foto: Ist)
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Nakoula Basseley Nakoula, 55 tahun, produser film yang menghina Nabi Muhammad dan memancing kekerasan dan kegaduhan di dunia Islam, muncul ke publik setelah menjalani pemeriksaan penyidik Federal, di dekat rumahnya di California.

Daily Mail mempublikasikan pembuat film Nakoula yang dikenal juga dengan nama Sam Bacile. Dalam foto itu terlihat dia bersama artis yang membintangi film amatir itu, Anna Gurji.

Gurji berperan sebagai pasangan pengantin Nabi Muhammad. Dalam film itu Gurji mengatakan dia juga ditipu oleh sutradara kelahiran Mesir itu.

"Saya berperan sebagai pengantin cilik untuk karakter yang bernama George", katanya kepada Daily Mail.

"Saya tidak tahu jika kemudian George diubah menjadi Muhammad. Saya saat ini mengurung diri di rumah. Saya takut orang - orang di Timur Tengah akan menyalahkan saya", katanya.

"Saya Katolik, jadi mereka pikir saya melakukan sesuatu yang menyerang Islam. Saya mengkonsumsi pil tidur. Saya menangis berhari - hari. Saya ditipu, wajah saya terpampang jelas di cuplikan film itu. Orang - orang melihat film buruk itu, dan mereka melihat saya", kata Gurji.

"Saya dikatakan bahwa, saya adalah Hillary, pengantin muda dari karakter bernama George", katanya.

"Katanya, film itu mengenai komet yang jatuh ke Bumi di sekitar Timur Tengah yang masih kuno. Ada beberapa suku yang berfikir bahwa komet itu suci. Terdapat banyak efek khusus dalam film itu, di depan layar hijau. Ini adalah film berbiaya sangat rendah. Saya dibayar 75 dolar sehari. Sepanjang syuting dengan George di depan layar hijau, Saya tidak tahu bagaimana kalau film itu akan diputar balik", katanya seperti dikutip Mail.

Pada hari Sabtu, Nakoula, seorang penganut Kristen Koptik, secara sukarela diperiksa oleh aparat Federal di pinggiran Cerritos, Los Angeles.

Film berdurasi 13 menit itu dibuat di California, diedarkan melalui Internet, dengan beberapa judul, termasuk Innocence of Muslim, yang mengolok - olok Nabi Muhammad, yang diibaratkan badut.

Film itu memancing protes di konsulat Amerika Serikat di kota Benghazi, Libya. Massa yang marah menyerbu kantor konsulat, membunuh duta besar dan tiga warga Amerika Serikat lainnya.

Pihak Amerika mengatakan militan menggunakan aksi protes itu, untuk menyelundupkan senjata ke kantor konsulat.

Selain kekerasan di Libya, protes menjalar ke seluruh dunia.(brs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Penistaan Agama Islam
 
DICARI!!, Setelah M Kece, Pria Ini Jadi Buronan Netizen Gegara Hina Nabi Muhammad
 
HNW Apresiasi Kinerja Polri Tangkap Terduga Penista Agama
 
Sukmawati, Potret Sosial-Politik dan Hukum Kita
 
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz Bachtiar Nasir sebagai Tersangka Dugaan TPPU
 
Jubir PA 212 Kembali Mendatangi PMJ untuk Menanyakan LP Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenizer
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]