Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kasus Century
Ini Jawaban Bambang Widjojanto Terkait Lambatnya Penyidikan Kasus Bank Century
Wednesday 05 Jun 2013 21:51:45

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, saat di wawancarai para wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, menjawab pertanyaan wartawan terkait tudingan dari Anggota DPR RI Fahri Hamzah Timwas Century adanya konflik kepentingan pribadi (BW) sebagai mantan Pengacara Lembaga Pnjamin Simpanan (LPS), dan jika nanti berujung tersangkanya pada kasus Bank Century ini akhirnya adalah orang-orang (LPS).

"Saya menyerahkanya sama temen-temen di DPR, saya dulu pengacara (LPS), namun sudah diclaer," ujar (BW) pada Rabu (5/6) di Gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Di jelaskanya kembali, "nanti ketika masa akhir tugas saya selesai, saya akan jelaskan semua, apa peran strategis saya dalam proses ini. Siapa yang mendorong proses ini, bagaimana waktu semua telah tercurah dalam proses ini, namun saya tidak mau ria dahulu," ujarnya.

Dari awal saya sudah di claer tapi persoalannya (LPS) sekarang menurut saya ada progres Bank Century, bandingkan dengan kasus di tangani (KPK), pertama kasus Agus Condro, Damkar, Burhanuddin, hampir 5 tahun di tangani dan prosesnya memerlukan waktu.

Kalau memang (LPS) jadi tersangka mau apa lagi. Namun kalau saya nggak boleh ngomong saya nggak ngomong. Saya tergantung pak ketua kalau ketua suruh saya datang lagi kemari yaa saya akan datang.

Masalah dibikin simple saja, saya tidak berani membuat target kapan penyelesaian kasus Century, itu pertanyaan yang menjebak saya. Nanti saya di nyayikan lagi seperti itu, sama mahasiswa, (sambil menunjuk Abraham Samad yang sedang di Soraki Mahasiswa BEM-Seindonesia).

Bambang bersikeras tidak akan membuka temuan baru kasus Bank Century, dengan alasan lain yaitu, "Jika semua proses di buka tidak dipengadilan, (KPK) akan melanggar hukum, siapa yang bisa menjamin nanti bila tidak terbuka kepublik," pungkasnya.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]