Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
DPR RI
Indonesia-Saudi Adalah Jangkar Masa Depan Kekuatan Negara Baru
2017-12-21 13:53:39

Delegasi DPR RI yang dipimpin oleh Fahri Hamzah melaksanakan pertemuan dengan Duta Besar RI Agus Maftuh Abegebril dan Staf KBRI di Riyadh, Arab Saudi.(Foto: Dok.Parle/od)
RIYADH, Berita HUKUM - Melangkapi agenda kunjungan kerjanya di Riyadh, Saudi Arabia, Delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah melakukan pertemuan dan berdialog dengan masyarakat Indonesia yang berada di Saudia Arabia di Wisma KBRI Riyadh, Rabu (21/12). Delegasi DPR RI didampingi Duta Besar Indonesia untuk Riyadh Agus Maftuh Abegebril, selaku tuan rumah.

Kepada masyarakat Indonesia di Riyadh, Fahri Hamzah mengatakan, setiap kali bertemu warga negara Indonesia, dirinya selalu ingin memberikan atau membuat catatan optimis kepada bangsa Indonesia. Dia menyampaikan bahwa apa yang diputuskan secara nasional, mengambil jalan diplomasi melalui transisi demokrasi.

"Memang tidak bisa dipungkiri, alam setiap mengampil keputusan, pastinya melalui pergolakan. Tapi tentunya, pergolakan yang positif atau keputusan yang benar yang tidak boleh disesali," ucapnya.

Sebab, lanjut Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Koorkesra) itu, dapat dibayangkan kalau dulu bangsa Indonesia tidak mengambil jalan itu, bisa lain ceritanya. Indonesia bisa mengalami kesulitan beradaptasi dengan dunia ini.

"Yang cukup mendebarkan, karena negara kita terlalu beragam, kalau negara kita dengan Saudi ini, sulit dibandingkan. Negara kita itu kepualauan, Timur Tengah ini kontinen, bahasanya sama, agamanya sama, dan kitab-nya sama, saya sering mengatakan ada friksi yang tidak terjembatani, sehingga muncul negara-negara gagal," katanya.

Bahkan sekarang ini, menurut Fahri negara teluk sedang bergoncang dan masyarakat Indonesia perlu waspada dari adanya kelompok-kelompok di dunia internasional ini yang punya agenda tidak positif bagi persatuan.

"Makanya saya bersyukur ada Dubes kita pak Maftuh, yang bisa membantu negara kita di Arab ini untuk mewaspadai agenda-agenda tersebunyi yang ingin menghancurkan kawasan ini, sebagaimana dihancurkannya beberapa kawasan di negara-negara pasca Arab Sprint," ucapnya.

Hal ini, tegas Fahri perlu dijaga bersama, karena Indonesia dan Saudi ini termasuk Jangkar Masa Depan dari kekuatan-kekuatan negara-negara baru yang tumbuh atau lahir banyak karena inisiatif dari para founding fatherIndonesia.

"Indonesia merdeka tahun 1945, tahun 1955 Bung Karno sudah membuat konferensi Asia Afrika dan banyak yang merdeka pasca konferensi Asia Afrika itu adalah negara-negara Islam, yang sekarang ini banyak dari keadaan mereka yang belum stabil," jelasnya.

Karenanya, imbuh politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tugas para penerus sebagai pelanjut dari gerakan Bung Karno, untuk melihat kemerdekaan ada sebagaimana yang disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945, bahwa sesungguhnya kemerdekaan hak segala bangsa."Inilah tugas berat kita sekarang ini, menjaga dan memelihara perdamaian dan persatuan, yang telah dirintis oleh para founding father kita," pungkasnya.

Ikut serta Delegasi DPR RI yang dipimpin Fahri Hamsah antara lain Henry Yosodiningrat (F-PDIP), Muhammad Syafrudin (F-PAN), Nurhasan Zaidi (F-PKS) dan Teuku Taufiqulhadi (F-NasDem.(mp/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]