Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Ramah Lingkungan
Indonesia Dorong CPO dan Karet Jadi Produk Ramah Lingkungan
Saturday 13 Apr 2013 17:52:13

Ilustrasi, petani sawit.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, menyatakan bahwa pertemuan para menteri perdagangan negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) akan membahas persiapan pertemuan ke-9 Ministerial Conference (MC9) yang rencananya akan berlangsung pada Desember tahun ini di Bali.

“MC9 merupakan kesempatan penting bagi semua anggota WTO untuk menggapai kembali kepercayaan terhadap sistem perdagangan multilateral di bawah naungan WTO,” ujar Iman, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4).

Iman menjelaskan, MC-9 juga merupakan momentum kunci untuk menggulirkan kembali Perundingan Putaran Doha, yang sejak tahun 2001 tak banyak mengalami kemajuan.

Indonesia, lanjut Iman, perlu merancang integrasi perekonomian yang sinergis dengan kawasan dan dunia. “Antara lain dengan meningkatnya partisipasi UKM, pebisnis pemula, wanita pengusaha serta kalangan yang selama ini terpinggirkan oleh proses globalisasi,” kata Iman.

Menurut Iman, APEC akan tetap memainkan peran penting untuk memfasilitasi kerja sama perdagangan dan investasi di kawasan.

Indonesia berniat mendorong produk pertanian dan kehutanan seperti CPO (minyak sawit/crude palm oil) dan karet alam dapat dimasukkan ke dalam daftar barang ramah lingkungan.

“Kami akan menekankan kembali bahwa CPO itu produk pertanian paling produktif karena mampu memberikan yield yang paling tinggi dibanding semua produk pertanian sejenis,” kata Iman.

Sehingga, lanjut Iman, CPO sangat memenuhi syarat untuk melayani kebutuhan dunia minyak nabati, energi terbarukan, dan keperluan konsumsi lainnya. Selain itu, CPO juga memenuhi kebutuhan peningkatan mata pencaharian produsen kecil,

“Produk CPO ini dapat dikatakan pro-environment, pro-trade, pro-development, dan pro-poor. Karet alam juga memiliki karakteristik lingkungan dan pembangunan yang sama dengan CPO,” kata Iman, seperti dikutip dari vivanews.com.

Iman menambahkan, Indonesia juga akan mendorong kesepakatan di antara negara anggota APEC mengenai strategi pengembangan konektivitas yang terarah dan praktis.

“Karena isu konektivitas itu sendiri sangat kompleks dan memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, APEC perlu memfokuskan diri pada quick wins dan high-impact targets agar tercipta konektivitas yang efektif di kawasan ini,” kata Iman.(adi/vva/bhc/rby)


 
Berita Terkait Ramah Lingkungan
 
• Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green
 
• Smartphone: Bisakah Benar-benar Menjadi Ramah Lingkungan?
 
• Sosialisasi Kantong Belanja Ramah Lingkungan Digelar di 730 Minimarket
 
• Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Wajib Ditaati Mulai 1 Juli 2020
 
• Hebat..!! Kerajinan Tangan Berbahan Baku Sampah Hasil Karya Para Lansia Dijual Online
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]